FAKTA PENYAKIT MULUT DAN KUKU YANG SERANG HEWAN TERNAK DI INDONESIA

Saat ini hewan ternak di sejumlah wilayah Indonesia sedang diserang oleh wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) yang menular. Virus PMK sendiri biasanya terjadi pada hewan yang berkuku belah. Saat ini para peternak sapi tengah mengkhawatirkan hewan ternak mereka, terutama sapi dan kambing. Namun PMK bisa juga menjangkit hewan ternak lainnya seperti domba, kuda dan babi. Berikut ini fakta penyakit mulut dan kuku yang menyerang hewan ternak di Indonesia.

Ciri – ciri hewan yang terserang PMK

·       Hewan ternak mengalami demam tinggi 39°C hingga 40°C.

·       Mengeluarkan lendir berlebih dari mulut dan berbusa.

·       Terdapat luka seperti sariawan pada rongga mulut dan lidah.

·       Tidak nafsu makan.

·       Kaki pincang, luka pada kaki dan lepasnya kuku, sulit berdiri dan gemetar.

·       Napas menjadi lebih cepat.

·       Produksi susu turun drastis.

·       Berat badan berkurang (kurus).

Penularan PMK pada hewan ternak

Penularan virus PMK pada hewan ternak bisa terjadi melalui kontak langsung, udara dan gas PMK yang menyebar. Hewan bisa tertular apabila menyentuh, menggosok atau menjilati hewan yang terserang virus tersebut.

PMK juga bisa menular secara aerosol tergantung suhu lingkungan dan kelembaban. Hewan bisa terinfeksi virus PMK melalui makanan atau benda-benda yang terkontaminasi virus baik itu pakaian, sepatu maupun kendaraan. Virus tersebut bahkan bisa terbawa dari wajah manusia yang kontak langsung dengan hewan yang terjangkit PMK. 

Apakah penyakit mulut dan kuku pada hewan ternak menular ke manusia?

“Penyakit ini tidak menular ke manusia, dan diperkuat oleh Menkes (Menteri Kesehatan) saat ratas (rapat terbatas) bersama Presiden (Joko Widodo) tadi. Ini menjadi hal yang sangat penting,” kata Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, dikutip dari Tempo, Selasa, 10 Mei 2022. Hewan ternak yang terkena penyakit mulut dan kuku mengalami beberapa efek kesehatan, antara lain berat badan turun, sariawan dan kuku lepas. Inilah yang menyebabkan nafsu makan ternak menurun.

Meski penyakit mulut dan kuku adalah penyakit menular, tingkat kematiannya terbilang rendah. Penyakit ini bisa disembuhkan dengan masa inkubasi 14 hari dan masa penyembuhan 14 hari. Bila sudah sembuh, ternak diperbolehkan dipotong. Ini karena virus dalam pH tertentu tidak aktif dan bisa mati pada suhu 60°C

Berbagai langkah antisipasi sudah dilakukan untuk menjaga kesehatan hewan ternak:

"Baznas sigap dalam menjaga kesehatan hewan ternak, salah satu caranya adalah dengan membatasi keluar masuknya ternak maupun orang ke lokasi Balai Ternak Baznas dan kandang peternak, Rakyat melakukan penyemprotan kandang, kendaraan, peralatan dan perlengkapan kerja dengan desinfektan yang efektif; memberikan pakan dan obat vitamin sehingga meningkatkan imunitas ternak; melakukan koordinasi dengan dinas setempat untuk mencegah timbulnya wabah."

Sementara itu, Kepala Divisi Penyaluran UPZ dan CSR Baznas RI, Ajat Sudarjat menjelaskan dalam paparannya, virus penyebab Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak bisa bertahan di lingkungan selama tiga bulan atau lebih. Virus itu bisa hidup lebih lama di iklim yang sangat dingin apabila ada bahan organik atau sumber alami, dan daerah lembap yang terlindung dari sinar matahari.

"Virus ini bisa kita inaktivasi atau dimatikan pada pH di bawah 6 dan pH lebih dari 9. Jadi untuk mematikannya dengan cara diberikan bahan yang bisa membuat suasana dari inang si virus itu asam. Salah satunya bahan yang digunakan di disinfektan. Makanya pemilihan disinfektan sangat mempengaruhi," katanya. Selain itu, Ajat menjelaskan, virus ini bisa bertahan hidup di tulang, kelenjar, susu, produk susu lainnya.

Maka, yang harus diperhatikan peternak adalah proses penularannya. Ajat menyebut, proses penularan bisa melalui berbagai cara."Proses masuk virus ke tubuh hewan ternak bisa melalui inhalasi, konsumsi makanan ternak, lecet kulit, selaput lendir. Bisa juga melalui aerosol pernapasan (lewat udara), kontak langsung melalui cairan vesikular," kata Ajat.

Kewaspadaan tinggi harus diterapkan demi menjaga kualitas hewan ternak di lingkungan Balai Ternak Baznas.

Nah, teman-teman pembahasan diatas adalah informasi mengenai fakta penyakit mulut dan kuku yang serang hewan ternak di Indonesia, semoga setelah kalian membaca ini akan menambah informasi teman-teman dan tidak lupa harus selalu jaga kesehatan dan jangan lupa untuk memakai masker dan menjauhi kerumunan, walaupun COVID-19 sudah mereda tapi tetap harus patuhi protokol kesehatan ya teman-teman. Mungkin dicukupkan dulu ya teman-teman. Tunggu pembahasan lainnya di blog ini ya, yang tentunya bakalan menarik dan bisa menambah ilmu pengetahuan teman-teman semuanya.

Terima Kasih.

Popular Posts

Blogger templates

Diberdayakan oleh Blogger.

VAKSIN BOOSTER UNTUK MENINGKATKAN IMUNITAS

                                             Vaksin   booster   untuk   meningkatkan   imunitas                                    (Oleh: fa...

Popular Posts

Cari Blog Ini

SEARCH

Cari Blog Ini

FOLLOW US

SEARCH

Facebook

Advertisement

Contact Us

Nama

Email *

Pesan *

A Team Of Awesome People

A Team Of Awesome People
We are a creative web design agency who makes beautiful websites for thousands of peoples.

A Team Of Awesome People

We are a creative web design agency who makes beautiful websites for thousands of peoples.

Facebook

Facebook

3-comments

Blogroll

Facebook

Blogger templates

Popular

Popular Posts

Popular Posts

Popular Posts

Popular Posts