VAKSIN BOOSTER UNTUK MENINGKATKAN IMUNITAS
Vaksin booster untuk meningkatkan imunitas
(Oleh:
fadilahtul fitriyani )
Nim : 2004015065
Pemberian vaksinasi diperlukan untuk merangsang sistem imun seseorang membentuk kekebalan ataupun antibodi. Penelitian menunjukkan bahwa pemberian vaksin booster mampu meningkatkan daya tahan tubuh terhadap infeksi.
Pemberian vaksin booster setengah dosis memiliki beberapa pertimbangan. Pertama, hasil penelitian membuktikan bahwa setengah dosis vaksin memiliki khasiat sama dengan dosis penuh untuk meningkatkan kadar kekebalan tubuh. Kedua, akan lebih banyak warga masyarakat yang bisa divaksin. Ketiga, Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) akan lebih ringan.
Populasi penduduk lanjut usia (lansia) di dunia terus meningkat. Penduduk diatas usia 60 tahun meningkat dari 8% pada tahun 1950 menjadi 10% pada tahun 2000, dan diperkirakan akan mencapai 21% pada tahun 2050 (Compte and Goriely, 2012).Usia lanjut dihubungkan dengan tingginya angka mortalitas dan morbiditas. Usia lanjut dapat mempengaruhi beberapa aspek kehidupan, diantaranya terjadi perubahan fisik, biologis, psikologis, dan sosial sebagai akibat proses penuaan atau munculnya penyakit degeneratif (Fatmah, 2006). Kerentanan individu lanjut usia terhadap beberapa penyakit disebabkan oleh karena menurunnya imunitas. Proses penuaan meningkatkan kecenderungan untuk menderita infeksi parah yang merupakan penyebab utama tingginya mortalitas dan morbiditas pada usia lanjut. Maka dari itu untuk meningkatkan status kesehatan individu lanjut usia dengan vaksinasi.
Penuaan diartikan sebagai penurunan kemampuan jaringan untuk memperbaiki diri serta mempertahankan struktur dan fungsi normal secara perlahan, sehingga tidak dapat bertahan terhadap jejas dan tidak dapat memperbaiki kerusakan yang diderita. Proses penuaan menyebabkan gangguan di tingkat selular seiring dengan bertambahnya usia sehingga menyebabkan penurunan viabilitas sel dan dapat berakhir dengan kematian (Darmojo dan Boedhi, 2006).
Sistem imun berperan dalam mencegah infeksi dan memerangi serangan mikroorganisme yang masuk ke dalam tubuh. Sistem imun mencakup dua bagian besar yaitu sistem imun bawaan (innate atau non spesifik) dan sistem imun didapat (acquired atau spesifik). Sistem imun bawaan merupakan mekanisme pertahanan melawan organisme yang menginvasi, sedangkan sistem imun didapat bekerja sebagai pertahanan tahap kedua (Dey et al., 2012).
Penurunan respon imun pada usia lanjut diduga didasari oleh beberapa penyebab diantaranya pemendekan telomere, faktor genetik dan perubahan hormonal. pemberian vaksinasi pada lanjut usia penting dilakukan untuk meningkatkan efektivitas vaksin. meliputi jadwal vaksinasi, dosis vaksin, rute pemberian vaksin dan kombinasi dengan adjuvan. Formulasi adjuvan merupakan salah satu cara untuk meningkatkan efektivitas vaksin. Penggunaan adjuvan minyak dalam air, seperti MF59 dan AS03, menghasilkan respon yang sangat bagus dalam meningkatkan respon imun usia lanjut terhadap vaksinasi influenza. Vaksinasi flu musiman dengan adjuvant MF59 pada individu usia tua diketahui bekerja sebagai boster imun, menginduksi titer antibodi spesifik dan meningkatkan jumlah epitop yang dikenali sel.
Penuaan berpengaruh baik terhadap sistem imun bawaan maupun sistem imun didapat melalui beberapa mekanisme diantaranya pemendekan telomer, faktor genetik dan perubahan hormonal. Vaksinasi merupakan strategi preventif untuk meningkatkan imunitas lanjut usia. Meskipun respon imun sangat menurun akibat proses penuaan, akan tetapi formulasi adjuvan yang tepat dapat meningkatkan efektivitas vaksin. Pemahaman mengenai mekanisme adjuvan dalam meningkatkan efektivitas vaksin dibutuhkan untuk mengembangkan respon vaksin yang lebih kuat pada individu usia lanjut.
0 Comments:
Posting Komentar