PROGRAM SOSIALISASI VAKSIN BOOSTER
“Wujudkan
IKAS: Imunitas Kuat dan Sehat”
PROGRAM SOSIALISASI VAKSIN BOOSTER
(Oleh: Azkia Nur Rahmah)
NIM:2104015207
A. Latar Belakang
Pada tanggal 31 Desember 2019, dilaporkan terdapat 27 kasus pneumonia dengan etiologic yang diketahui di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, Cina (Sun et ak, 2020). Pada 11 Februari 2020, WHO secara resmi menyebut penyakit yang dipicu oleh 2019-nCoV sebagai virus corona (COVID-19). COVID 19 merupakan sinkatan dari corona virus disease-19. Dilansir dari (WHO, 2020) penyebab penyakit ini karena novel coronavirus (CoV). Covid 19 adalah virus baru yang berasal dari satu keluarga yang sama dengan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS) dan beberapa jenis flu biasa.
Menurut data dari JHU CSSE COVID-19 Data, kasus pertambahan covid-19 di Indonesia per 27 Juli 2022 sebanyak 6.438 kasus positif. Kasus covid tersebut dianggap melambung tinggi dari bulan-bulan sebelumnya. Pada bulan Mei- awal Juni 2022, kasus positif covid berkisar pada angka 300-an kasus perharinya. Hal ini tentu mesti selalu kita waspadai bahwa Covid-19 masih dapat menyebar dan dapat menginfeksi.
Untuk mengindari hal tersebut, diperlukannya peningkatan imunitas. Peningkatan imunitas ini salah satunya dapat dibantu dengan vaksin. Vaksin merupakan antigen (mikroorganisma) yang diinaktivasi atau dilemahkan yang bila diberikan kepada orang yang sehat untu kenimbulkan antibody spesifik terhadap mikroorganisma tersebut, sehingga bila kemudian terpapar akan kebal dan tidak mudah diserang oleh penyakit. Pada salah satu program yang digalakkan oleh pemeritah terkait vaksin, terdapat vaksin primer dosis awal dan tahap vaksin booster.
Vaksin booster ini merupakan vaksin lanjutan setelah program vaksin primer yang ditujukan untuk meningkatkan tingkat kekebalan tubuh serta memperpanjang masa perlindungan. Di era new normal, tentu diperlukan peningkatan imunitas ditengah virus covid yang masih marak menyebar. Oleh karena itu penggalakan dan sosialisasi vaksin booster harus dilaksanakan.
B. isi
Program ini bernama IKAS : Imunitas Kuat dan Sehat. Program ini dilakukan dengan cara sosialisasi manfaat vaksin booster di media digital yang sedang diminati masyarakat, misalnya: instagram, twitter, tiktok. Dengan program sosialisasi ini diharapkan masyarakat menjadi mengerti manfaat dari vaksin booster di era pandemi.
IKAS menargetkan kepada para remaja hingga dewasa muda untuk mengikuti program ini. Program ini berjalan secara tiga tahap yaitu: pemindaian, sosialisasi, dan evaluasi. Pada tahap pemindaian, para remaja hingga dewasa muda diamati seberapa jauh mereka mengenal tentang pentingnya menjaga imunitas saat covid dan kiat-kiat menjaga imunitas. Selanjutnya yaitu sosialisasi. Sosialisasi ini dilakukan oleh para tenaga kerja (baik karyawan maupun peserta magang) di puskesmas daerah stempat dengan menggunakan platform media digital.
Sosialisasi dikemas secara unik dan menarik agar para remaja dapat memahami pentingnya vaksin booster untuk kesehatan. Pada tahap terakhir adalah evaluasi, untuk mengevaluasi seberapa paham para remaja mengetahui tentang sosialisasi yang disampaikan serta kemauan nya untuk melakukan booster vaksin covid-19
C. Kesimpulan
Program IKAS merupakan program sosialisasi mengenai vaksin booster yang ditujakn pada remaja hingga dewasa muda. Program ini dilakukan melalui platform media sosial. Pada pelaksanaan program ini diperlukan 3 tahap yaitu: pemindaian, sosialisasi dan evaluasi. Evaluasi dari program ini ialah membutuhkan stategi yang harus menarik agar para remaja tertarik mempromosikan Gerakan ini melalui media sosial. Bantuan pemerintah dan tenaga Kesehatan lain juga sangat diperlukan dalam pensuksesan Gerakan IKAS ini.
Zendrato,
Waksyukrinat.(2020). Jurnal Education and
Development: Gerakan Mencegah
Daripada Mengobati Terhadap Pandemi Covid-19. Nias. Vol.8 No.2 242-249
Makmun,
Armanto, Hazhiyah, Siti Fadilah. (2020). Tinjauan Terkait Pengembangan Vaksin Covid-19.
Yogyakarta. Vol 12 No. 2 52-60
0 Comments:
Posting Komentar