VAKSIN BOOSTER MENINGKATKAN IMUNITAS
Vaksin Booster untuk Meningkatkan Imunitas
(Oleh
: Sukma Ayu)
NIM : 2104015139
Latar Belakang
Sebelum lanjut kedalam pembahasan yang lebih mendalam, kita harus memahami terlebih dahulu soal ap aitu vaksin Booster?, apa itu imunitas? dan seberapa besar pengaruh Vaksin Booster terhadap imunitas manusia ?. Pertanyan-pertanyaan tersebut merupakan pertanyaan- pertanyaan mendasar yang harus diketahui sebelum membahas lebih lanjut, mendalam dan kompleks.
Vaksinasi adalah suatu cara untuk meningkatkan kekebalan seseorang secara aktif terhadap suatu antigen (dari kuman, virus atau bakteri), sehingga bila kelak terpajan dengan antigen (kuman) yang sama, orang tersebut sudah mempunyai antibodi sehingga tidak terjadi penyakit. Tujuannya untuk mencegah terjadinya penyakit tertentu pada seseorang, masyarakat/populasi, bahkan melenyapkan penyakit tertentu dari dunia seperti misalnya penyakit polio dan cacar. Pada kondisi tertentu, vaksin belum dapat sepenuhnya mencegah terjadinya infeksi, namun dapat diharapkan mencegah terjadinya penyakit dengan gejala yang parah atau kritis.
Vaksin Booster adalah vaksinasi COVID-19 setelah seseorang mendapat vaksinasi primer dosis lengkap yang ditujukan untuk mempertahankan tingkat kekebalan serta memperpanjang masa perlindungan.
Imunitas atau kekebalan adalah kemampuan organisme multisel untuk melawan mikroorganisme berbahaya atau pertahanan pada organisme untuk melindungi tubuh dari pengaruh biologis luar dengan mengenali dan mmebunuh patogen.
Imunitas dapaat dibagi menjadi 2 yaitu :
1. Imunitas aktif terjadi bila tubuh membentuk kekebalan/antibodi sendiri. Biasanya diperoleh ketika sembuh dari infeksi atau ketika mendapatkan vaksinas
2. Imunitas pasif terjadi bila tubuh tidak secara aktif
membentuk antibodi sendiri, tetapi menerima
antibodi dari luar. Biasanya diperoleh dari transfer dari ibu ke janin yang dikandung melalui transplacenta atau
melalui air susu ibu, atau melalui pemberian terapi immunoglobulin.
Vaksin sangat banyak sekali, dan Vaksin Booster merupakan
penunjang dari vaksin-vaksin yang sudah didapatkan sebelumnya. Ada beberapa
ketentuan yang telah ditetapkan Kementerian Kesehatan untuk
memilih Vaksin Booster, diantaranya :
1. Jika sudah mendapatkan vaksin primer (dosis 1 dan 2) Sinovac,
maka bisa mendapatkan setengah dosis booster vaksin Pfizer atau AstraZeneca
2. Jika sudah mendapat vaksin primer AstraZeneca, maka akan mendapatkan setengah dosis Booster vaksin moderna.
Isi/ Pembahasan
Vaksin Booster tetnu saja menjadi jawaban untuk meningkatkan imunitas masyarakat ditengah maraknya kondisi sekarang seperti pendemi COVID-19. Pandemi COVID-19 yang menyeramg imunitas tubuh, dan ketika imunitas tubuh lemah tentu saja akan semakin memperparah adanya gejala pada pasien, ditambah apabila kondisi pasien yang merupakan golongan komorbid (pasien yang memiliki penyakit penyerta). Tentu saja ini menjadi konsern karena ketika kita tidak menemukan obat untuk dapat menyembuhkan, Vaksin Booster ini hadir untuk mengurangi gejala dan meningkatkan imunitas.
Keefektifan Vaksin Booster tentu saja didukung dengan, sudah atau tidaknya kita melakukan vaksin 1 dan 2 dan akhirnya ditunjang dengan vaksin booster. Seperti yang sudah dijabarkan tadi bahwa vaksin booster ini sendiri dalam pemberiannya terdapat 2 cara yaitu, Jika sudah mendapatkan vaksin primer (dosis 1 dan 2) Sinovac, maka bisa mendapatkan setengah dosis booster vaksin Pfizer atau AstraZeneca. Lalu Jika sudah mendapat vaksin primer AstraZeneca, maka akan mendapatkan setengah dosis Booster vaksin moderna. Hal ini tentu ssja ada hal yang melatar belakanginya, yaitu ditinjau dari efek yang dan tingkatan dari suatu vaksin sendiri.
Berikut merupakan perbandingan untuk masing-masing jenis vaksin ditinjau dari kelebihan. Kekuranagn dan tingkat efikasi.
1. Sinovac
Kelebihan :
- Platform sudah terbukti, banyak digunakan pada vaksin lainnya
- Sangat aman
- Imunogenisitas baik
Kekurangan :
- produk memerlukan BSL-3
Tingkat efikasi :
- Turki : 91.25 %
- Indonesia 65.3 %
- 78 % (50.4 %)
Platform :
- Inactivated
2. AstraZeneca
Kelebihan:
- Harga lebih murah dari vaksin mRNA
- Lebih jarang memicu reaksi alergi dibandingkan vaksin mRNA
Kekurangan :
- Belum pernah digunakan untuk pembuatan vaksin sebelumnya
Tingkat efikasi :
- UK : 90%
- Brazil: 62.1%
- Overall: 70.4 %
Platform
- Adenovirus vectored
3.Pfizer-BioNTech Kelebihan :
- Lebih cepat dibuat, tanpa fase uji pada hewan
- Lebih mudah dibuat
- Imunogenisitas tinggi
Kekurangan :
- Belum pernah digunakan untuk produksi vaksin sebelumnya
- Perlu disimpan pada suhu min 70 derajat C
Tingkat efisitas :
- 95%
Platform :
- mRNA
4.Moderna Kelebihan :
- Lebih cepat dibuat, tanpa fase uji pada hewan
- Lebih mudah dibuat
- Imunogenisitas tinggi
Kekurangan :
- Belum pernah digunakan untuk produksi vaksin sebelumnya
- Disimpan pada Suhu ̶ 20 derajat C
Tingkat efisitas :
- 94.1 %
Platfrom :
- mRNAA
Dengan segala pertimbangan yang ditinjau dari berbagai hal termasuk yang dijabarkan diatas merupakan parameter dari vaksin booster yang mana yang akan digunakan dan efektif untuk digunakan untuk meningkatkan imunitas tubuh pada kondisi pandemic COVID-19. Tetapi masih banyak masyarkata yang belum memahami terkait dengan aturan dalam penggunaan dari vaksin booster itu sendiri.
Vaksin boosterpun biasanya menimbulkan efek yang lebih parah dibandungkan dengan vaksin 1 dan 2, hal tentu saja menjadi konsern juga karena memang dalam penggunaan vaksin sendiri harus ada kepercayaan dari masyarakat, dengan tingginya kemungkinan efek luar biasa setelah vaksin akan membuat masyrakat semaki bimbang disamping vaksin booster yang memiliki benefit yaitu meningkatkan imunitas tubuh.
Diindonesia sendiri masih belum ada hasil produk untuk vaksin sendiri, tentu saja ini harus dimasifkan, karena ketika masa pandemic seperti ini kebutuhan terhadap vaksin yang tak terkendali tetapi jumlah yang kadang terbatas yang mengakibatkan orang-oranf sulit untuk mengaksesnya.
Untuk mensukseskan Vaksin booster demi meningkatkan imunitas
tentu saja ada beberapa cara yang
harus dilakukan, diantaranya :
1. Pemerintah lebih memasifkan kampanye vaksin booster
agar tidak menimbulkan kesalahpahaman masyarakat
2. Mengusahakan penelitian untuk menurunkan efek yang ditimbulkan setelah melakukan vaksin
booster
3. Memberikan jaminan tertentu kepada masyarakat yang sudah vaksin booster, agar yang belum melakukan vaksin menyadari betapa pentingnya vaksim itu sendiri
4. Dan terakhir tentu saja harus ada kesdaran dari masing-masing masyarakat
Kesimpulan
Vaksin Booster merupakan upaya yang dilakukan untuk meningkatkan imunitas pada masyarakat Indonesia ditengah serangan pandemi COVID-19. Hal ini akan menjadi efektif apabila bukan hanya Sebagian saja masyrakat Indonesia yang sadar dan peduli tentang hal ini. Tetapi diharapkan agar semuanya bisa melakukan vaksin booster tersebut.
Banyak benefit yang didapatkan dari vaksin booster, resiko penularan bisa ditekan, dan apabila tertularpun resiko dari efek COVID-19 ini tidak akan separah orang-orang yang belum melakukan vaksin booster, lebih-lebih yang belum melakukan vaksin sama sekali. Terlebih untuk orang-orang yang komorbid, yang memiliki resiko tinggi untuk mendapatkan efek yang berat ketika terpapar virus COVID-19.
Daftar Pustaka
Cahyono, A. E. (2022). SIKAP MASYARAKAT TERHADAP
PROGRAM VAKSINASI BOOSTER
COVID-19 (VALIDITAS DAN RELIABILITAS KUESIONER
PENELITIAN. JURNAL PENGEMBANGAN
ILMU DAN PRAKTIK KESEHATAN. 1 (1), 1-21.
Umar, S. A., Putra, A. D., Jariyah, I. (2021). PROGRAM VAKSINASI GUNA MENINGKATKAN IMUN TUBUH. Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat LPPM UMJ. E-ISSN: 2714-6286. 1-4.
0 Comments:
Posting Komentar