Latest Posts

VAKSIN BOOSTER UNTUK MENINGKATKAN IMUNITAS

                                    Vaksin booster untuk meningkatkan imunitas                                 

 (Oleh: fadilahtul fitriyani )
Nim : 2004015065


Pemberian vaksinasi diperlukan untuk merangsang sistem imun seseorang membentuk kekebalan ataupun antibodi. Penelitian menunjukkan bahwa pemberian vaksin booster mampu meningkatkan daya tahan tubuh terhadap infeksi.

Pemberian vaksin booster setengah dosis memiliki beberapa pertimbangan. Pertama, hasil penelitian membuktikan bahwa setengah dosis vaksin memiliki khasiat sama dengan dosis penuh untuk meningkatkan kadar kekebalan tubuh. Kedua, akan lebih banyak warga masyarakat yang bisa divaksin. Ketiga, Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) akan lebih ringan.

Populasi penduduk lanjut usia (lansia) di dunia terus meningkat. Penduduk diatas usia 60 tahun meningkat dari 8% pada tahun 1950 menjadi 10% pada tahun 2000, dan diperkirakan akan mencapai 21% pada tahun 2050 (Compte and Goriely, 2012).Usia lanjut dihubungkan dengan tingginya angka mortalitas dan morbiditas. Usia lanjut dapat mempengaruhi beberapa aspek kehidupan, diantaranya terjadi perubahan fisik, biologis, psikologis, dan sosial sebagai akibat proses penuaan atau munculnya penyakit degeneratif (Fatmah, 2006). Kerentanan individu lanjut usia terhadap beberapa penyakit disebabkan oleh karena menurunnya imunitas. Proses penuaan meningkatkan kecenderungan untuk menderita infeksi parah yang merupakan penyebab utama tingginya mortalitas dan morbiditas pada usia lanjut. Maka dari itu untuk meningkatkan status kesehatan individu lanjut usia dengan vaksinasi.


Penuaan diartikan sebagai penurunan kemampuan jaringan untuk memperbaiki diri serta mempertahankan struktur dan fungsi normal secara perlahan, sehingga tidak dapat bertahan terhadap jejas dan tidak dapat memperbaiki kerusakan yang diderita. Proses penuaan menyebabkan gangguan di tingkat selular seiring dengan bertambahnya usia sehingga menyebabkan penurunan viabilitas sel dan dapat berakhir dengan kematian (Darmojo dan Boedhi, 2006).


Sistem imun berperan dalam mencegah infeksi dan memerangi serangan mikroorganisme yang masuk ke dalam tubuh. Sistem imun mencakup dua bagian besar yaitu sistem imun bawaan (innate atau non spesifik) dan sistem imun didapat (acquired atau spesifik). Sistem imun bawaan merupakan mekanisme pertahanan melawan organisme yang menginvasi, sedangkan sistem imun didapat bekerja sebagai pertahanan tahap kedua (Dey et al., 2012).


Penurunan respon imun pada usia lanjut diduga didasari oleh beberapa penyebab diantaranya pemendekan telomere, faktor genetik dan perubahan hormonal. pemberian vaksinasi pada lanjut usia penting dilakukan untuk meningkatkan efektivitas vaksin. meliputi jadwal vaksinasi, dosis vaksin, rute pemberian vaksin dan kombinasi dengan adjuvan. Formulasi adjuvan merupakan salah satu cara untuk meningkatkan efektivitas vaksin. Penggunaan adjuvan minyak dalam air, seperti MF59 dan AS03, menghasilkan respon yang sangat bagus dalam meningkatkan respon imun usia lanjut terhadap vaksinasi influenza. Vaksinasi flu musiman dengan adjuvant MF59 pada individu usia tua diketahui bekerja sebagai boster imun, menginduksi titer antibodi spesifik dan meningkatkan jumlah epitop yang dikenali sel.


Penuaan berpengaruh baik terhadap sistem imun bawaan maupun sistem imun didapat melalui beberapa mekanisme diantaranya pemendekan telomer, faktor genetik dan perubahan hormonal. Vaksinasi merupakan strategi preventif untuk meningkatkan imunitas lanjut usia. Meskipun respon imun sangat menurun akibat proses penuaan, akan tetapi formulasi adjuvan yang tepat dapat meningkatkan efektivitas vaksin. Pemahaman mengenai mekanisme adjuvan dalam meningkatkan efektivitas vaksin dibutuhkan untuk mengembangkan respon vaksin yang lebih kuat pada individu usia lanjut.

PROGRAM SOSIALISASI VAKSIN BOOSTER

 

“Wujudkan IKAS: Imunitas Kuat dan Sehat” 
PROGRAM          SOSIALISASI VAKSIN BOOSTER

(Oleh: Azkia Nur Rahmah) 
NIM:2104015207


A.      Latar Belakang


Pada tanggal 31 Desember 2019, dilaporkan terdapat 27 kasus pneumonia dengan etiologic yang diketahui di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, Cina (Sun et ak, 2020). Pada 11 Februari 2020, WHO secara resmi menyebut penyakit yang dipicu oleh 2019-nCoV sebagai virus corona (COVID-19). COVID 19 merupakan sinkatan dari corona virus disease-19. Dilansir dari (WHO, 2020) penyebab penyakit ini karena novel coronavirus (CoV). Covid 19 adalah virus baru yang berasal dari satu keluarga yang sama dengan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS) dan beberapa jenis flu biasa.


Menurut data dari JHU CSSE COVID-19 Data, kasus pertambahan covid-19 di Indonesia per 27 Juli 2022 sebanyak 6.438 kasus positif. Kasus covid tersebut dianggap melambung tinggi dari bulan-bulan sebelumnya. Pada bulan Mei- awal Juni 2022, kasus positif covid berkisar pada angka 300-an kasus perharinya. Hal ini tentu mesti selalu kita waspadai bahwa Covid-19 masih dapat menyebar dan dapat menginfeksi.


Untuk mengindari hal tersebut, diperlukannya peningkatan imunitas. Peningkatan imunitas ini salah satunya dapat dibantu dengan vaksin. Vaksin merupakan antigen (mikroorganisma) yang diinaktivasi atau dilemahkan yang bila diberikan kepada orang yang sehat untu kenimbulkan antibody spesifik terhadap mikroorganisma tersebut, sehingga bila kemudian terpapar akan kebal dan tidak mudah diserang oleh penyakit. Pada salah satu program yang digalakkan oleh pemeritah terkait vaksin, terdapat vaksin primer dosis awal dan tahap vaksin booster.


Vaksin booster ini merupakan vaksin lanjutan setelah program vaksin primer yang ditujukan untuk meningkatkan tingkat kekebalan tubuh serta memperpanjang masa perlindungan. Di era new normal, tentu diperlukan peningkatan imunitas ditengah virus covid yang masih marak menyebar. Oleh karena itu penggalakan dan sosialisasi vaksin booster harus dilaksanakan.


B. isi

Program ini bernama IKAS : Imunitas Kuat dan Sehat. Program ini dilakukan dengan cara sosialisasi manfaat vaksin booster di media digital yang sedang diminati masyarakat, misalnya: instagram, twitter, tiktok. Dengan program sosialisasi ini diharapkan masyarakat menjadi mengerti manfaat dari vaksin booster di era pandemi.


IKAS menargetkan kepada para remaja hingga dewasa muda untuk mengikuti program ini. Program ini berjalan secara tiga tahap yaitu: pemindaian, sosialisasi, dan evaluasi. Pada tahap pemindaian, para remaja hingga dewasa muda diamati seberapa jauh mereka mengenal tentang pentingnya menjaga imunitas saat covid dan kiat-kiat menjaga imunitas. Selanjutnya yaitu sosialisasi. Sosialisasi ini dilakukan oleh para tenaga kerja (baik karyawan maupun peserta magang) di puskesmas daerah stempat dengan menggunakan platform media digital.


Sosialisasi dikemas secara unik dan menarik agar para remaja dapat memahami pentingnya vaksin booster untuk kesehatan. Pada tahap terakhir adalah evaluasi, untuk mengevaluasi seberapa paham para remaja mengetahui tentang sosialisasi yang disampaikan serta kemauan nya untuk melakukan booster vaksin covid-19


C.      Kesimpulan

Program IKAS merupakan program sosialisasi mengenai vaksin booster yang ditujakn pada remaja hingga dewasa muda. Program ini dilakukan melalui platform media sosial. Pada pelaksanaan program ini diperlukan 3 tahap yaitu: pemindaian, sosialisasi dan evaluasi. Evaluasi dari program ini ialah membutuhkan stategi yang harus menarik agar para remaja tertarik mempromosikan Gerakan ini melalui media sosial. Bantuan pemerintah dan tenaga Kesehatan lain juga sangat diperlukan dalam pensuksesan Gerakan IKAS  ini.

 

 DAFTAR PUSTAKA

 

Zendrato, Waksyukrinat.(2020). Jurnal Education and Development: Gerakan Mencegah Daripada Mengobati Terhadap Pandemi Covid-19. Nias. Vol.8 No.2 242-249

Makmun, Armanto, Hazhiyah, Siti Fadilah. (2020). Tinjauan Terkait Pengembangan Vaksin Covid-19. Yogyakarta. Vol 12 No. 2 52-60

VAKSIN BOOSTER MENINGKATKAN IMUNITAS

 

Vaksin Booster untuk Meningkatkan Imunitas

(Oleh : Sukma Ayu)
NIM : 2104015139


Latar Belakang

Sebelum lanjut kedalam pembahasan yang lebih mendalam, kita harus memahami terlebih dahulu soal ap aitu vaksin Booster?, apa itu imunitas? dan seberapa besar pengaruh Vaksin Booster terhadap imunitas manusia ?. Pertanyan-pertanyaan tersebut merupakan pertanyaan- pertanyaan mendasar yang harus diketahui sebelum membahas lebih lanjut, mendalam dan kompleks.

Vaksinasi adalah suatu cara untuk meningkatkan kekebalan seseorang secara aktif terhadap suatu antigen (dari kuman, virus atau bakteri), sehingga bila kelak terpajan dengan antigen (kuman) yang sama, orang tersebut sudah mempunyai antibodi sehingga tidak terjadi penyakit. Tujuannya untuk mencegah terjadinya penyakit tertentu pada seseorang, masyarakat/populasi, bahkan melenyapkan penyakit tertentu dari dunia seperti misalnya penyakit polio dan cacar. Pada kondisi tertentu, vaksin belum dapat sepenuhnya mencegah terjadinya infeksi, namun dapat diharapkan mencegah terjadinya penyakit dengan gejala yang parah atau kritis.

Vaksin Booster adalah vaksinasi COVID-19 setelah seseorang mendapat vaksinasi primer dosis lengkap yang ditujukan untuk mempertahankan tingkat kekebalan serta memperpanjang masa perlindungan.

Imunitas atau kekebalan adalah kemampuan organisme multisel untuk melawan mikroorganisme berbahaya atau pertahanan pada organisme untuk melindungi tubuh dari pengaruh biologis luar dengan mengenali dan mmebunuh patogen.

Imunitas dapaat dibagi menjadi 2 yaitu :

      1. Imunitas aktif terjadi bila tubuh membentuk kekebalan/antibodi sendiri. Biasanya                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              diperoleh ketika sembuh dari infeksi atau ketika mendapatkan vaksinas

2.   Imunitas pasif terjadi bila tubuh tidak secara aktif membentuk antibodi sendiri, tetapi menerima antibodi dari luar. Biasanya diperoleh dari transfer dari ibu ke janin yang dikandung melalui transplacenta atau melalui air susu ibu, atau melalui pemberian terapi immunoglobulin.

Vaksin sangat banyak sekali, dan Vaksin Booster merupakan penunjang dari vaksin-vaksin yang sudah didapatkan sebelumnya. Ada beberapa ketentuan yang telah ditetapkan Kementerian Kesehatan untuk memilih Vaksin Booster, diantaranya :

1.  Jika sudah mendapatkan vaksin primer (dosis 1 dan 2) Sinovac, maka bisa mendapatkan setengah dosis booster vaksin Pfizer atau AstraZeneca

2.   Jika sudah mendapat vaksin primer AstraZeneca, maka akan mendapatkan setengah dosis Booster vaksin moderna.


Isi/ Pembahasan

Vaksin Booster tetnu saja menjadi jawaban untuk meningkatkan imunitas masyarakat ditengah maraknya kondisi sekarang seperti pendemi COVID-19. Pandemi COVID-19 yang menyeramg imunitas tubuh, dan ketika imunitas tubuh lemah tentu saja akan semakin memperparah adanya gejala pada pasien, ditambah apabila kondisi pasien yang merupakan golongan komorbid (pasien yang memiliki penyakit penyerta). Tentu saja ini menjadi konsern karena ketika kita tidak menemukan obat untuk dapat menyembuhkan, Vaksin Booster ini hadir untuk mengurangi gejala dan meningkatkan imunitas.

Keefektifan Vaksin Booster tentu saja didukung dengan, sudah atau tidaknya kita melakukan vaksin 1 dan 2 dan akhirnya ditunjang dengan vaksin booster. Seperti yang sudah dijabarkan tadi bahwa vaksin booster ini sendiri dalam pemberiannya terdapat 2 cara yaitu, Jika sudah mendapatkan vaksin primer (dosis 1 dan 2) Sinovac, maka bisa mendapatkan setengah dosis booster vaksin Pfizer atau AstraZeneca. Lalu Jika sudah mendapat vaksin primer AstraZeneca, maka akan mendapatkan setengah dosis Booster vaksin moderna. Hal ini tentu ssja ada hal yang melatar belakanginya, yaitu ditinjau dari efek yang dan tingkatan dari suatu vaksin sendiri.

Berikut merupakan perbandingan untuk masing-masing jenis vaksin ditinjau dari kelebihan. Kekuranagn dan tingkat efikasi.

          1. Sinovac

Kelebihan :

    -   Platform sudah terbukti, banyak digunakan pada vaksin lainnya

    -   Sangat aman

    Imunogenisitas baik

Kekurangan :

      -  produk memerlukan BSL-3

Tingkat efikasi :

        - Turki : 91.25 %

         Indonesia 65.3 %

        - 78 % (50.4 %)

Platform :

         Inactivated

2.  AstraZeneca

        Kelebihan:

    -   Harga lebih murah dari vaksin mRNA

    -   Lebih jarang memicu reaksi alergi dibandingkan vaksin mRNA 

Kekurangan :

    -   Belum pernah digunakan untuk pembuatan vaksin sebelumnya


    Tingkat efikasi :

        UK : 90%

        -   Brazil: 62.1%

        Overall: 70.4 % 


     Platform 

       Adenovirus vectored


3.Pfizer-BioNTech                                 Kelebihan :

    -   Lebih cepat dibuat, tanpa fase uji pada hewan

    -   Lebih mudah dibuat

    Imunogenisitas tinggi 

Kekurangan :

    -   Belum pernah digunakan untuk produksi vaksin sebelumnya

    -   Perlu disimpan pada suhu min 70 derajat C

Tingkat efisitas :

    - 95%

Platform :

    -   mRNA

4.Moderna Kelebihan :

    -   Lebih cepat dibuat, tanpa fase uji pada hewan

    -   Lebih mudah dibuat

    -  Imunogenisitas tinggi 

Kekurangan :

    -   Belum pernah digunakan untuk produksi vaksin sebelumnya

    -   Disimpan pada Suhu ̶  20 derajat C

Tingkat efisitas :

     - 94.1 %

Platfrom : 

    - mRNAA   

Dengan segala pertimbangan yang ditinjau dari berbagai hal termasuk yang dijabarkan diatas merupakan parameter dari vaksin booster yang mana yang akan digunakan dan efektif untuk digunakan untuk meningkatkan imunitas tubuh pada kondisi pandemic COVID-19. Tetapi masih banyak masyarkata yang belum memahami terkait dengan aturan dalam penggunaan dari vaksin booster itu sendiri.

Vaksin boosterpun biasanya menimbulkan efek yang lebih parah dibandungkan dengan vaksin 1 dan 2, hal tentu saja menjadi konsern juga karena memang dalam penggunaan vaksin sendiri harus ada kepercayaan dari masyarakat, dengan tingginya kemungkinan efek luar biasa setelah vaksin akan membuat masyrakat semaki bimbang disamping vaksin booster yang memiliki benefit yaitu meningkatkan imunitas tubuh.

Diindonesia sendiri masih belum ada hasil produk untuk vaksin sendiri, tentu saja ini harus dimasifkan, karena ketika masa pandemic seperti ini kebutuhan terhadap vaksin yang tak terkendali tetapi jumlah yang kadang terbatas yang mengakibatkan orang-oranf sulit untuk mengaksesnya.

Untuk mensukseskan Vaksin booster demi meningkatkan imunitas tentu saja ada beberapa cara yang harus dilakukan, diantaranya :


1.   Pemerintah lebih memasifkan kampanye vaksin booster agar tidak menimbulkan kesalahpahaman masyarakat

2.   Mengusahakan penelitian untuk menurunkan efek yang ditimbulkan setelah melakukan vaksin booster

3.   Memberikan jaminan tertentu kepada masyarakat yang sudah vaksin booster, agar yang belum melakukan vaksin menyadari betapa pentingnya vaksim itu sendiri

4. Dan terakhir tentu saja harus ada kesdaran dari masing-masing masyarakat

Kesimpulan

Vaksin Booster merupakan upaya yang dilakukan untuk meningkatkan imunitas pada masyarakat Indonesia ditengah serangan pandemi COVID-19. Hal ini akan menjadi efektif apabila bukan hanya Sebagian saja masyrakat Indonesia yang sadar dan peduli tentang hal ini. Tetapi diharapkan agar semuanya bisa melakukan vaksin booster tersebut.

Banyak benefit yang didapatkan dari vaksin booster, resiko penularan bisa ditekan, dan apabila tertularpun resiko dari efek COVID-19 ini tidak akan separah orang-orang yang belum melakukan vaksin booster, lebih-lebih yang belum melakukan vaksin sama sekali. Terlebih  untuk orang-orang yang komorbid, yang memiliki resiko tinggi untuk mendapatkan efek yang berat ketika terpapar virus COVID-19.

 

 

Daftar Pustaka

Cahyono, A. E. (2022). SIKAP MASYARAKAT TERHADAP PROGRAM VAKSINASI BOOSTER COVID-19 (VALIDITAS DAN RELIABILITAS KUESIONER PENELITIAN. JURNAL PENGEMBANGAN ILMU DAN PRAKTIK KESEHATAN. 1 (1), 1-21.


Umar,    S.    A.,    Putra,    A.    D.,    Jariyah,   I.    (2021).    PROGRAM              VAKSINASI       GUNA MENINGKATKAN IMUN TUBUH. Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat LPPM UMJ. E-ISSN: 2714-6286. 1-4.

OPTIMALISASI PLATFORM KESEHATAN DEMI MENUNJANG NEW NORMAL

 

UP YOUR DESIGN GERAKAN OPTIMALISASI MELALUI PLATFORM MEDIA SOSIAL SEBAGAI UPAYA SIAP MENUJU NEW NORMAL

Karya : Cahya Komala 

Kondisi kesehatan global sedang dalam keadaan yang tidak baik-baik saja. Virus COVID-19 telah melanda dan menjadi pandemi bagi dunia. Tak terkecuali Indonesia, turut terkena dampak dari penyebaran virus tersebut. Seperti yang dipaparkan Fadli (2020), coronavirus merupakan sekumpulan virus yang bisa menginfeksi sistem pernapasan. Virus ini dapat menyerang sistem pernapasan ringan hingga berat. Penyakit coronavirus 2019 (COVID-19) ditularkan dari pelepasan tetesan ketika orang yang terinfeksi batuk atau menghembuskan napas. Kemudian, tetesan yang dilepaskan akan jatuh pada benda dan permukaan terdekat, menempel dan akan mencemari orang lain. Ketika terjadi sentuhan pada permukaan yang terkena tetesan tersebut, kemudian orang menyentuh mulut dan hidung mereka, maka orang tersebut memiliki kemungkinan untuk terpapar COVID-19 dengan gejala yang dimiliki yaitu, demam ringan, batuk kering, sesak napas, dan nyeri otot, atau bahkan tanpa gejala.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah merekomendasikan enam kriteria untuk negara-negara yang mempertimbangkan untuk mencabut pembatasan pergerakan. Kriteria pertama adalah penularan COVID-19 di suatu negara sudah terkendali. Kriteria kedua adalah fasilitas pelayanan kesehatan termasuk rumah sakit dan klinik mampu menemukan, menguji, mengisolasi, merawat dan melacak setiap kontak dekat. Kriteria ketiga adalah risiko penularan untuk kelompok berisiko tinggi telah diminimalkan seperti di fasilitas pelayanan kesehatan dan panti jompo. Kriteria keempat adalah tindakan pencegahan dilakukan di tempat-tempat penting seperti taman kanak-kanak, sekolah, toko dan tempat kerja. Kriteria kelima, risiko penularan COVID-19 impor seperti dari pemudik, wisatawan, dan pelajar asing dapat dikelola. Kriteria terakhir adalah masyarakat sudah siap menghadapi new normal. 

Adapun New Normal yaitu, keadaan dimana transisi saat awal mula terjadi pandemi, hingga sekarang siap kembali menuju kehidupan normal lagi, namun tetap terikat pada beberapa kebiasaan baru. Maka dari itu, kita harus mulai menyusun strategi baru untuk dapat menjalankan kehidupan yang lebih sehat dan aman dari ancaman virus diluar. Demi mempersiapkan diri menuju kehidupan new normal yang akan dijalani, maka dibutuhkan kontribusi dari seluruh pihak. Masyarakat pun perlu ikut andil dalam menjalankan peran agar terciptanya lingkungan yang baik di era new normal. 

Pernahkah kamu membayangkan kehidupan kita yang akan selalu menggunakan masker? Pasti rasanya akan aneh, dalam membiasakan hal tersebut, namun akan sulit juga untuk terlepas dari hal tersebut. Setelah ditilik kembali, ternyata penggunaan masker tidak seburuk itu. Masker dapat melindungi kita dari paparan udara yang buruk, masker dapat mencegah paparan sinar matahari langsung kepada kulit wajah kita. Bukankah ini bermakna, ada sisi baik yang dapat kita terima dari penggunaan masker. Sebagai upaya pencegahan penularan COVID-19, maka penggunaan masker ini harus tetap dilakukan di era new normal.

Dalam bentuk melakukan realisasi pencegahan penularan COVID-19 di era new normal, maka dilakukan beberapa pencarian informasi mengenai COVID-19. Seperti yang kita ketahui bersama, bahwa media digital dirancang agar bisa efektif dalam menjalankan komunikasi, didalamnya akan terdapat banyak informasi digital yang dengan mudahnya dapat diakses oleh siapapun. 

Adapaun, tim pengabdian membentuk laman diedu.sik di Instagram sebagai platform utama untuk mengunggah rancangan informasi, meliputi:

  1. Informasi yang disediakan harus banyak dan dikumpulkan melalui situs yang menyampaikan berita COVID-19, situs berita seperti tirto.id, kompas.com, jakartapost, detik.com, tribunnews.com, okezone.com sampai dengan bbc.com ataupun cnbc.com. ataupun kemkes.go.id dan corona.jatengprov.go.id.

  2. Setelah dilakukan pencarian informasi penting yang ingin disampakian, maka bentuk media social  dibuat konsep semenarik mungkin dari segi latar, warna, teks serta gambar.

Hal-hal tersebut menjadi perhatian, bahwasanya sebagai bentuk optimalisasi dalam menjalankan aktivitas sehari-hari, dapat dilakukan dengan pemanfaatan media platform yang dapat diakses oleh siapapun dengan mudah, sehingga kesadaran masyarakat akan dapat meningkat melalui platform ini. Platform yang digunakan yaitu, media sosial. Pemanfaatan dapat dilakukan dengan penyebaran poster setiap minggu. Poster yang diberikan dapat memuat informasi mengenai kebiasaan hidup sehat. 

Kebiasaan hidup sehat meliputi pelaksanaan konsep makan dan pola hidup sehat. Faktanya mengkonsumsi makanan yang bergizi dapat membentuk kekebalan tubuh yang kuat, maka dari itu pola makanan yang baik perlu diperhatikan. Meningkatkan konsumsi makanan atau minuman yang mengandung vitamin A, vitamin C, Vitamin E, seng, makanan pokok, lauk pauk, buah-buahan dan sayuran. Mungkin, informasi ini belum diketahui secara luas oleh banyak orang, namun melalu platform media sosial, informasi ini akan disebarkan secara berkala setiap minggu sebagai bentuk edukasi kepada Masyarakat.

Salah satu bentuk upaya yang dapat dioptimalkan kepada Masyarakat sebagai pemanfaatan platform untuk edukasi pada masa new normal, yaitu melalui gerakan UP YOUR DESIGN. Melalui gerakan ini, informasi penting akan melalui penggunaan masker, pola hidup sehat, makanan bergizi untuk meningkatkan kekebalan tubuh akan dapat tersampaikan. Pembuatan design dalam bentuk poster akan memudahkan pembaca untuk memahami isi serta menarik perhatian. Siapapun dapat bergerak dan memulai UP YOUR DESIGN

Harapannya melalui rutinnya gerakan UP YOUR DESIGN ini diterapkan, maka semakin banyak juga informasi yang dapat diterima dan diaplikasikan oleh Masyarakat, sehingga dapat menyiapkan diri dengan lebih baik dalam menjalankan kehidupan di era new normal.

Melalui optimalisasi platform ini dengan UP YOUR DESIGN, melalui poster informasi yang disebarluaskan di media sosial, semoga dapat mengedukasi masyarakat secara luas.



DAFTAR PUSTAKA

Sulistyono, B, etc. Optimalisasi edukasi dan komunikasi digital melalui infografis saat pandemic COVID-19. 


https://jurnal.uns.ac.id/aktivita/article/viewFile/59587/34823 


Gerakan masyarakat hidup sehat. 2020. Instalasi gizi RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo

Popular Posts

Blogger templates

Diberdayakan oleh Blogger.

VAKSIN BOOSTER UNTUK MENINGKATKAN IMUNITAS

                                             Vaksin   booster   untuk   meningkatkan   imunitas                                    (Oleh: fa...

Popular Posts

Cari Blog Ini

SEARCH

Cari Blog Ini

FOLLOW US

SEARCH

Facebook

Advertisement

Contact Us

Nama

Email *

Pesan *

A Team Of Awesome People

A Team Of Awesome People
We are a creative web design agency who makes beautiful websites for thousands of peoples.

A Team Of Awesome People

We are a creative web design agency who makes beautiful websites for thousands of peoples.

Facebook

Facebook

3-comments

Blogroll

Facebook

Blogger templates

Popular

Popular Posts

Popular Posts

Popular Posts

Popular Posts