CARA PEMBUATAN SIMPLISIA YANG BAIK
Assalamualaikum
Warrahmatullahi Wabarokatuh..
Salam
sejahtera untuk kita semua...
Halo
sobat farmasi..
Apa kabar semuanya? Semoga baik-baik saja yaa
Kali ini aku akan sedikit berbagi informasi tetapi sebelumnya mari kita bakar semangat kita
Apa kabar semuanya? Semoga baik-baik saja yaa
Kali ini aku akan sedikit berbagi informasi tetapi sebelumnya mari kita bakar semangat kita
dengan mengucapkankan “Salam Literasi Salam Perjuangan” applause untuk kita semuaaa :D
Artikel kali ini tentang “Cara Pembuatan Simplisia yang Baik”
Berguna banget nih buat yang lagi ambil perkuliahan farmakognosi, skripsian, penelitian
sedang hobi dengan herbarium atau sekedar mengingatkan kembali tentang bagaimana cara
pembuatan simplisia yang baik.
Mari kita simak
Pengertian simplisia menurut Farmakope Indonesia Edisi III adalah bahan alam yang digunakan
sebagai obat yang belum mengalami pengolahan apapun juga, kecuali dinyatakan lain berupa bahan
yang telah dikeringkan.
Cara Pembuatan Simplisia yang Baik
1. Pengumpulan bahan baku
Bagian tanaman, lingkungan tempat tumbuh, Umur, cara panen, waktu panen sangat erat
hubungannya dengan pembentukan senyawa aktif di dalam bagian tanaman yang akan dipanen. Waktu
panen yang tepat saat bagian tanaman tersebut mengandung senyawa aktif dalam jumlah yang terbesar.
Salah satu contoh pemanenan daun yaitu dipanen setelah tumbuh maximal dan masuk periode matang
fisiologis :
- Pemanenan terlambat : terjadi penuaan sehingga mutunya menjadi rendah
- Pemanenan terlalu cepat : hasil produksi nya menjadi rendah
- Dipanen waktu tanaman berbunga dan sebelum buah masak contohnya : Atropa belladonna
2. Sortasi Basah Sortasi basah dilakukan untuk memisahkan kotoran atau bahan asing lainnya dari bahan simplisia Misalnya pada simplisia yang dibuat dari akar suatu tanaman obat, bahan asing seperti tanah, rumput, batang, daun, akar yang telah rusak, serta pengotoran lainnya harus dibuang.
3. Pencucian Pencucian dilakukan untuk menghilangkan tanah dan pengotoran lainnya yang melekat pada bahan simplisia. Pencucian dilakukan dengan air bersih yang mengalir. Cara pencucian bisa dengan perendaman bertingkat, penyemprotan, disikat dan penirisan.
4. Perajangan
Perajangan bahan simplisia dilakukan untuk mempermudah proses pengeringan, pengepakan dan
penggilingan. Semakin tipis bahan yang dikeringkan, semakin cepat penguapan air, sehingga
mempercepat waktu pengeringan.
Akan tetapi irisan yang terlalu tipis juga dapat menyebabkan berkurangnya atau hilangnya zat
berkhasiat yang mudah menguap. Sehingga mempengaruhi komposisi bau dan rasa yang diinginkan.
5. Pengeringan Tujuan pengeringan untuk mendapatkan simplisia yang tidak mudah rusak, sehingga dapat disimpan dalam waktu yang lebih lama. Dengan mengurangi kadar air dan menghentikan reaksi enzimatik akan dicegah penurunan mutu atau perusakan simplisia. Dengan cara alami yaitu dengan sinar cahaya matahari, diangin-anginkan, dibawah sinar matahari tidak langsung(ditutup dengan kain hitam). Dengan pengeringan menggunakan oven menyebabkan "Face Hardening" yakni bagian luar bahan sudah kering tetapi bagian dalam bahan masih basah. Bisa terjadi karena suhu, irisan tebal, difusi didalam sel lambat.
6. Sortasi Kering
Tujuan sortasi untuk memisahkan benda-benda asing seperti bagian tanaman yang tidak diinginkan
dan pengotoran lain yang masih ada dan tertinggal pada simplisia kering.
7. Pengepakan atau penyimpanan
Pengepakan atau penyimpanan bertujuan agar simplisia tahan lama dan tidak tercampur dengan
simplisia lain
Nahhh....
Kira-kira itu 7 tahapan umum pembuatan simplisia yang baik, buat yang masih suka lupa tahapan atau
caranya sehingga gak optimal hasil simplisianya perlu dipelajari lagi tentang cara pembuatan simplisia
yang baik seperti apa..
Semoga informasi ini lebih mudah untuk dipahami serta membantu teman-teman yaaa :)
Mari budayakn membaca
Jangan lupa "Salam Literasi Salam Perjuangan"
Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarokatuh..
0 Comments:
Posting Komentar