Penyakit-penyakit yang Sering Muncul Setelah Bencana Banjir
Ditengah berbagai daerah di indonesia banyak masyarakat dibeberapa wilayah/daerah dihadapkan dengan bencana alam.
Potensi ini disebabkan oleh cuaca serta keadaan alam yang sedang tidak stabil, tercatat dari bulan September – Desember 2020 BMKG mengungkapkan bahwa dibeberapa titik wilayah terutama wilayah jawa terjadi peningkatan jumlah curah hujan.
Di beberapa negara,bencana alam seperti banjir sudah bukan lagi menjadi pembahasan yang asing, sebagai bencana yang muncul usai curah hujan yang tinggi. Beberapa penyakit pun rawan menjangkiti para korban , mulai dari yang ringan hingga yang mematikan. Ini adalah beberapa penyakitnya:
1. Penyakit Kulit
Di antara semua penyakit
yang mengintai para korban banjir, penyakit kulit ini merupakan penyakit yang
paling umum terjadi. Penyebabnya adalah bakteri jenis E. Coli yang dibawa oleh
air banjir. Gejala yang timbul biasanya berupa bercak-bercak merah pada kulit
yang terasa sangat gatal. Jika tidak segera ditangani, bercak merah tersebut
bisa melebar ke bagian kulit lainnya.
2. Diare
Lingkungan yang tidak
langsung dibersihkan pasca banjir atau longsor, dan kontaminasi bakteri yang
terbawa oleh banjir pada makanan, dapat menjadi salah satu penyebab terjadinya diare.
Gejala diare pun bisa bervariasi, mulai dari sakit perut singkat dengan Buang
Air Besar (BAB) tidak terlalu encer, hingga kram perut hebat yang disertai
intensitas BAB yang cukup tinggi dengan disertai keluarnya lendir dan darah.
Penyakit ini tidak boleh
dianggap remeh. Sebab, data World Health Organization (WHO)
menyebutkan bahwa setiap tahunnya ada hampir 2 juta anak di bawah usia 5 tahun
di seluruh dunia, meninggal akibat diare, dan 8,5 persen dari angka tersebut
adalah anak-anak dari negara-negara Asia Tenggara, termasuk Indonesia.
3. Kolera
Disebabkan oleh minuman
dan makanan yang terkontaminasi dengan bakteri Vibrio Cholerae,
penyakit kolera ini memiliki gejala yang hampir mirip dengan diare, yaitu
tingginya intensitas BAB. Bedanya, pada kolera disertai
muntah-muntah.
4. Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA)
Penyakit lain yang juga
mengintai usai banjir adalah Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), yaitu
infeksi yang menyerang saluran pernapasan seperti hidung, tenggorokan, dan
paru-paru. Gejala umumnya mirip seperti flu umum, yaitu batuk dan demam yang
disertai sesak napas. Penularan ISPA terbilang cukup mudah, karena dapat
ditularkan melalui air liur, darah, dan udara.
5. Malaria
Air yang menggenang saat
banjir dapat menjadi tempat berkembang biak nyamuk. Saat itulah nyamuk
penyebab malaria pun
mendapat celah. Malaria disebabkan oleh parasit jenis plasmodium. Parasit itu
masuk ke dalam aliran darah manusia melalui gigitan nyamuk anopheles betina.
Gejala penyakit ini
adalah demam tinggi yang disertai rasa lemas. Jika tidak segera mendapat penanganan,
malaria dapat berakibat fatal, karena parasit yang masuk ke dalam tubuh
penderita akan mengganggu pasokan darah ke organ vital.
6. Demam Berdarah (DB)
Sama seperti malaria,
penyakit ini juga disebabkan oleh virus yang dibawa oleh gigitan nyamuk, yaitu
nyamuk Aedes Aegypti. Demam
berdarah juga tergolong penyakit serius dan
mematikan jika tidak segera ditangani. Pada bayi dan anak-anak, gejala awal
yang timbul adalah demam yang disertai ruam pada kulit. Sementara pada orang
dewasa, gejala dapat berupa demam yang disertai nyeri otot, sakit kepala yang
parah, nyeri di belakang mata, dan gejala-gejala lainnya.
Jadi itulah beberapa penyakit yang sering atau umum terjadi setelah bencana alam. Ketika kita sedang berada di dalam situasi tersebut diusahakan kita dapat menjaga kesehatan kita dengan menjaga kebersihan diri terlebih dahulu, serta dapat mengkonsumsi vitamin yang mungkin disediakan oleh posko bencana setempat.
Pada saat seperti ini pula diharapkan hati kita tergerak untuk membantu serta menyumbangkan sedikit kepunyaan kita baik berupa materi atau waktu kepada saudara saudara kita yang sedang mengalami kesusahan.
Dengan demikian blog ini kami buat, semoga apa yang kami sampaikan dapat bermanfaat dan bila ada kesalahan dalam penulisan maupun pemahaman mohon dibukakan pintu maaf sebesar besarnya.
Terimakasih....
0 Comments:
Posting Komentar