PENTINGNYA MENATA RUTINITAS TIDUR
Mahasiswa Perlu Melakukan Manajemen Tidur
“Pentingnya Menata Rutinitas Tidur”
Karya: Yulia Triyani
Tidur merupakan proses dimana mata tertutup selama beberapa waktu sebagai masa istirahat bagi mental dan aktivitas manusia kecuali pada organ tubuh vital misalnya jantung, sirkulasi darah serta paru-paru. Kebutuhan tidur pada orang dewasa yaitu memiliki durasi rata-rata 7,5 hingga 8 jam per malam. Kondisi tidur terbagi menjadi 2 tahap yaitu tidur non rapid eye movement (NREM) serta tidur dengan rapid eye movement (REM).. Pada saat tidur kondisi NREM yaitu terjadinya kenaikan aktivitas parasimpatis Selama tidur NREM di sepertiga pertama periode tidur akan menyebabkan peningkatan pada sekresi hormon pertumbuhan, seperti sekresi prolactin. Tidur NREM yang biasanya terjadi yaitu tidur tanpa mimpi atau mimpi yang tidak dapat diingat. Pada kondisi ini, seseorang dapat mengalami gerakan tersentak tiba-tiba atau merasakan sensasi seperti terjatuh, biasanya berlangsung selama 10 sampai 15 menit. Tahapan dari tidur NREM ini meliputi tahap satu dengan mata tertutup, tahap kedua yaitu gerakan mata berhenti dan gelombang otak lebih lambat, kemudian tahap ketiga dan empat yaitu tahap tidur gelombang lambat sehingga apabila terbangun pada tahap ini akan merasa bingung, tahapan ini sebaiknya tidak berlangsung secara singkat agar memiliki siklus tidur yang memuaskan.
Selanjutnya, terdapat tidur REM yaitu kondisi tidur dimana terjadi peningkatan parasimpatis dan simpatis secara intermiten. Pada tidur REM terjadi sekitar 90-120 menit. Tidur REM yaitu tidur yang biasanya sering disertai mimpi, pada proses ini memiliki peranan penting dalam melakukan proses menyimpan memori jangka panjang. Begitulah siklus yang terjadi pada masa tidur.
Perlu diketahui bahwa tidur merupakan suatu kebutuhan dimana pada saat tidur akan banyak hormon yang bekerja, sehingga apabila seseorang kekurangan tidur maka akan menyebabkan kurangnya hormon utama yang disekresi. Namun, kebanyakan Mahasiswa sering menyepelekan tidur, dan memiliki pola tidur yang tidak teratur. Salah satu faktor pola tidur yang tidak teratur yaitu dengan begadang. Begadang merupakan kebiasaan tidak tidur hingga pagi hari. Apabila hal ini dilakukan setiap malam, maka akan terbentuk kebiasaan yang buruk. Perlu diketahui bahwa begadang dapat menyebabkan beberapa gangguan yang dapat dialami oleh tubuh, seperti stress, menimbulkan kecemasan, selain itu juga begadang dapat menurunkan daya imun sehingga menyebabkan penurunan produktivitas, konsentrasi serta kesulitan dalam mengontrol emosi.
Beberapa Mahasiswa memutuskan untuk begadang dikarenakan padatnya tugas, dan Kegiatan lainnya. Sehingga pola tidur mulai tidak teratur, begadang menjadi kebiasaan yang dimiliki oleh Mahasiswa. Padahal sebenarnya memiliki jam tidur yang baik dapat mempengaruhi kualitas tubuh dalam beraktivitas. Lalu pola tidur sehat seperti apa yang seharusnya dimiliki oleh Mahasiswa. Pola tidur yang konsisten, dengan mengatur waktu tidur serta waktu bangun agar terbentuk rutinitas yang baik.
Kita sebagai Mahasiswa harus mampu untuk melakukan manajemen waktu untuk tidur. Tugas bukanlah sebuah alasan yang menyebabkan tidur kita kurang dari 5 jam. Kebanyakan dari Mahasiswa sering menunda tugasnya, sehingga menyebabkan deadline yang mepet, tugas lain menumpuk, dan membuat semuanya harus dapat diselesaikan pada durasi satu hari. Sebaiknya, Mahasiswa dapat membagi waktunya, dan menyingkirkan rasa malasnya untuk mulai menyicil tugas berdasarkan skala prioritas. Adapun hal-hal yang dapat kita lakukan dalam melakukan manajemen tidur yaitu dengan memasang alarm untuk memulai mengerjakan tugas dan menyediakan reward yang bisa diberikan kepada diri sendiri agar semakin rajin untuk menyelesaikan target pada hari tersebut. Semua dapat terbentuk melalui kebiasaan, maka manajemen waktu ini akan membantu Mahasiswa untuk memperoleh pola hidup sehat dengan mencapai pola tidur yang teratur.
Manajemen waktu yang dapat dilakukan meliputi saat ada waktu luang, bisa dimulai mengerjakan tugas yang jangka waktu pengumpulannya sebentar lagi, setelah itu istirahat 5-10 menit untuk refresh kembali, kemudian mulai membuat catatan perkembangan progress tugas, kemudian pada saat istirahat waktu kuliah, bisa digunakan untuk makan dan aktivitas lainnya. Setelah selesai jam kuliah, bisa mulai mencicil kembali tugas-tugas ringan hingga berat ataupun sebaliknya, sesuai dengan mood pada saat itu. Sedangkan untuk reward yang dapat diberikan bisa berupa membeli makanan atau minuman favorit, mampir di kedai es krim, menonton film. Semuanya dapat dilakukan setiap hari secara berkala, sehingga dapat terbiasa, jadi saat malam tiba, tugas yang harus diselesaikan tidak terlalu berat. Sehingga waktu tidur dimalam hari dapat lebih panjang. Apabila waktu tidur lebih panjang, maka konsentrasi Mahasiswa yang terbentuk pada keesokan harinya pun akan semakin baik. Maka dari itu, Mahasiswa harus mulai mendisiplinkan diri dan mau membentuk kebiasaan baru.
Daftar Pustaka
Fungsi Tidur dalam Manajemen Kesehatan, Volume 8 (2 2019).
Iklima, N. Y. (2017). Perancangan Infografis Tentang Dampak Kebiasaan Begadang Terhadap Pola Tidur Sehat Bagi Remaja. Jurnal Sketsa, 53-60.
Putra, I. A. (2019). Dampak Begadang Terhadap Kesehatan Mental Remaja Kecamatan Mojosari. pp. 1-7
0 Comments:
Posting Komentar