HEPATITIS(JENIS, DIAGNOSIS, PATOGISIOLOGI)


DEFINISI
Hepatitis adalah Hepatitis adalah infeksi sistemik oleh virus disertai nekrosis dan klinis, biokimia serta seluleryang khas .Penyebab lainnya adalah seperti kecanduan alcohol dan obat-obatan tertentu.


JENIS HEPATITIS : 
 
- Hepatitis A
Hepatitis yang disebabkan oleh virus hepatitis A (HAV), picomavirusberukuran 27-32nm (yaitu virus dengan positive stain RNA). Virus ini di kelompokan kedalam hepatovirus, anggota family picomaviridae. Infeksi virus hepatitis A pada hati yang ditularkan melalui jalur anusdan mulut (Price, 1994).

- Hepatitis B
Hepatitis yang disebabkan oleh virus hepatitis B (HBV), termasuk keluarga Hepadnaviridae, VHB terdiri atas struktur berlapis ganda diameter keseluruhan berukuran 42nm (double strended DNA), bagian inti sebelah dalam (inner core) yang berdiameter 28nm dilapisi selaput (envelop) yang tebalnya 7nm mengandung dsDNA dengan berat molekul 1,6X106di kelilingi oleh lipoprotein di bagian luarnya yang berisi antigen permukaan (HBsAg).

- Hepatitis C 
Hepatitis yang disebabkan oleh virus hepatitis C (HCV) yang merupakan virus RNA beruntai tunggal untai tunggal berukuran kecil (berukuran 55-65 nm) dari keluarga Flaviviridae. dan Suatu penyakit yang dapat menyerang hati yang disebabkan oleh virus hepatitis C dan dapat memicu infeksi dan inflamasi pada hati (Price, 1994).

- Hepatitis D
Hepatitis yang disebabkan oleh virus hepatitis D (VHD) merupakan virus berukuran 35-37 nm, dan dapat dijumpai dalam darah penderita hepatitis B. Untuk melangsungankan replikasi VHD memerlukan bantuan VHB sehingga infeksi dengan virus ini hanya terjadi bersama-sama dengan infeksi VHB. Didalam virus yang berbungkus HbsAg terdapat inti denganantigen delta dan genum RNA yang tidak homolok dengan DNA-HVB.

- Hepatitis E
Hepatitis yang disebabkan oleh virus herpatitis E (VHE) yang merupakan virus berukuran 27-34 nm. Virus ini sangat labil dan cepat rusak bila setiap kali di bekukan di cairkan dan dalam suhu 4-80C hanya tahan 3-5 hari. Penyebarannya melalui makanan dan minuman yang terkontaminasioleh virusini. Virus ini menurutlebih mudah menyebar pada daerah yang memiliki sanitasiyang buruk (Price, 1994).


DIAGNOSIS HEPATITIS :


Untuk mendiagnosis hepatitis, dokter biasanya akan melakukan beberapa hal, termasuk:

- Menanyakan tentang riwayat penyakit pasien, untuk menentukan faktor risiko hepatitis infeksi maupun noninfeksi, dan melakukan pemeriksaan fisik dengan menekan perut secara lembut untuk melihat adanya rasa sakit atau nyeri, serta memeriksa kemungkinan pembesaran pada hati. Jika kulit dan mata berwarna kuning, dokter bisa memberikan pertimbangan tertentu.

- Tes darah, untuk mendeteksi sumber masalah pada fungsi hati yang tidak normal. Tes ini juga dapat memeriksa virus yang menyebabkan hepatitis dan juga antibodi yang umum pada kondisi hepatitis autoimun.

- USG perut, untuk menggambarkan organ-organ dalam perut, terutama hati dan organ-organ sekitarnya. Pemeriksaan ini dapat menunjukkan terjadinya pembesaran atau kerusakan organ hati, adanya cairan didalam perut, tumor hati, kelainan kandung empedu, dan terkadang pankreas.

- Tes fungsi hati, dengan menggunakan sampel darah yang menentukan efisiensi kerja hati. Tingginya kadar enzim hati dapat menandakan hati yang sedang stres, rusak, atau tidak berfungsi dengan baik.

- Biopsi hati, yang merupakan suatu prosedur invasif untuk mengambil sampel jaringan hati dengan menggunakan jarum melalui kulit dan tidak memerlukan operasi. Biopsi biasanya dilakukan dengan dibantu oleh USG (ultrasound) untuk memandu pengambilan sampel untuk biopsi. Melalui pemeriksaan ini, dokter dapat menentukan infeksi atau peradangan terjadi pada hati.

PATOFISIOLOGI HEPATITIS


Inflamasi yang menyebar pada hepar (hepatitis) dapat disebabkanoleh infeksi virus dan oleh reaksi toksik terhadap obat-obatan dan bahan-bahan kimia. Unit fungsional dasar dari hepar disebut lobul dan unit ini unikkarena memiliki suplai darah sendiri. Sering dengan berkembangnyainflamasi pada hepar, pola normal pada hepar terganggu. Gangguanterhadap suplai darah normal pada sel-sel hepar ini menyebabkan nekrosisdan kerusakan sel-sel hepar. Setelah lewat masanya, sel-sel hepar yangmenjadi rusak dibuang dari tubuh oleh respon sistem imun dan digantikanoleh sel-sel hepar baru yang sehat. Oleh karenanya, sebagian besar klienyang mengalami hepatitis sembuh dengan fungsi hepar normal (Baraderu,2008)

Timbulnya ikterus karena kerusakan sel parenkim hati. Walaupunjumlah billirubin yang belum mengalami konjugasi masuk ke dalam hatitetap normal, tetapi karena adanya kerusakan sel hati dan duktuli empeduintrahepatik, maka terjadi kesukaran pengangkutan billirubin tersebutdidalam hati, selain itu juga terjadi kesulitan dalam hal konjugasi.Akibatnya billirubin tidak sempurna dikeluarkan melalui duktus hepatikus,karena terjadi retensi (akibat kerusakan sel ekskresi) dan regurgitasi padaduktuli, empedu belum mengalami konjugasi (bilirubin indirek), maupunbilirubin yang sudah mengalami konjugasi (bilirubin direk). Jadi ikterusyang timbul disini terutama disebabkan karena kesukaran dalampengangkutan, konjugasi dan eksresi bilirubin (Smeltzer dan Bare, 2002).

Virus atau bakteri yang menginfeksi manusia masuk ke aliran darahdan terbawa sampai ke hati. Di sini agen infeksi menetap danmengakibatkan peradangan dan terjadi kerusakan sel-sel hati (hal ini dapatdilihat pada pemeriksaan SGOT dan SGPT). akibat kerusakan ini makaterjadi penurunan penyerapan dan konjugasi bilirubin sehingga terjadidisfungsi hepatosit dan mengakibatkan ikterik. peradangan ini akanmengakibatkan peningkatan suhu tubuh sehinga timbul gejala tidak nafsumakan (anoreksia). Salah satu fungsi hati adalah sebagai penetralisir toksin,jika toksin yang masuk berlebihan atau tubuh mempunyai responhipersensitivitas, maka hal ini merusak hati sendiri dengan berkurangnyafungsinya sebagai kelenjar terbesar sebagai penetral racun (Syaifuddin,2006).

Aktivitas yang berlebihan yang memerlukan energi secara cepatdapat menghasilkan H2O2 yang berdampak pada keracunan secara lambatdan juga merupakan hepatitis non-virus. H2O2 juga dihasilkan melaluipemasukan alkohol yang banyak dalam waktu yang relatif lama, inibiasanya terjadi pada alkoholik. Peradangan yang terjadi mengakibatkanhiperpermea-bilitas sehingga terjadi pembesaran hati, dan hal ini dapatdiketahui dengan meraba atau palpasi hati. Nyeri tekan dapat terjadi padasaat gejala ikterik mulai nampak (Syaifuddin, 2006).

Inflamasi pada hepar karena invasi virus akan menyebabkanpeningkatan suhu badan dan peregangan kapsula hati yang memicutimbulnya perasaan tidak nyaman pada perut kuadran kanan atas. Hal inidimanifestasikan dengan adanya rasa mual dan nyeri di ulu hati.pucat (abolis). Karena bilirubin konjugasi larut dalam air, maka bilirubindapat dieksresi ke dalam kemih, sehingga menimbulkan bilirubin urine dankemih berwarna gelap. Peningkatan kadar bilirubin terkonjugasi dapatdisertai peningkatan garam-garam empedu dalam darah yang akanmenimbulkan gatal-gatal pada ikterus (Smeltzer dan Bare, 2002).

Mungkin segitu saja untuk informasi mengenai Jenis, Diagnosis, serta Patofisiologi dari Hepatitis sebelum akhir artikel ini, aku ingin memberi sedikit informasi tambahan menurut salah satu repository yang ada di google Virus hepatitis C paling berbahayadibandingkan dengan virus hepatitis lainnya, karena 80% penderita terinfeksi bisa menjadi infeksi yang menahun dan bisa berkelanjutan menjadi hepatitis kronik kemudian sirosis hati, kanker hati dan kematian.semoga dapat menambah ilmu serta wawasan kita semua, terimakasih….


bilhifisabililhaq fastabiqul khairot, wassalamualaikum wr wb 

VIRUS CORONA, GEJALA, PENCEGAHAN, DAN ISTILAH YANG BERMUNCULAN.

Btw nihh, ada yang sudah tahu belum sih, apa itu virus corona ? bagaimana gejala seseorang yang terpapar oleh virus corona ?,bagaimana cara untuk pencegahan agar kita tidak terpapar oleh virus corona ? dan yang terakhir istilah-istilah yang muncul mengenai virus corona? semua jawaban ituu yang pasti ada dibawah ini teman-teman, mari simak artikel ini dengan seksama yaa, Selamat membaca !!!


APASIH VIRUS CORONA ITU ?



Apa itu virus corona, ada yang sudah tahu ? nah bener banget teman-teman, Menurut website terkemuka di indonesia yaitu alodokter.com Virus Corona atau severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2) adalah virus yang menyerang sistem pernapasan. Penyakit karena infeksi virus ini disebut COVID-19. Virus Corona bisa menyebabkan gangguan pada sistem pernapasan, pneumonia akut, sampai kematian.

Severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2) yang lebih dikenal dengan nama virus Corona adalah jenis baru dari coronavirus yang menular ke manusia. Nah teman-teman seua harus mengetahui, virus ini bias menyerang siapa saja lho, mulai dari anak-anak hingga orang lansia pun dapat terpapar oleh virus corona ini. Yaampun semoga kita selalu diberi kesehatan yaa..

GEJALA
Sekarang apasih gejala dari virus corona itu sendiri ? nah gejala awal mula-mula adalah sakit tenggorokan, batuk, demam, hingga sesak nafas lho temen-temen dan ternyata ada beberapa yang memiliki ruam juga di kulitnya tetapi ini jarang ditemui selain itu hilangnya kemampuan mengecap atau mencium pun menjadi ciri yang jarang ditemui, namun tidak menutup kemungkinan bahwa ini adalah salah satu ciri atau gejala dari coronavirus itu sendiri temen-temen, hmm semoga kita dijauhkan dari virus semacam ini yaa

PENCEGAHAN

Selanjutnya kita akan masuk ke pencegahannya temen-temen semua. Ada yang sudah tahu bagaimana cara pencegahannya ? bagi yang sudah tahu mari kita mengigak kembali tetapi bagi yang belum mengetahui informasi ini mari kita simak dengan baik eheheh..

Pencegahan untuk coronavirus itu sendiri bagaimana sih? Nah, dapat kita ketahui sampai sekarang belum ada obat untuk menangani kejadian ini, namun kita dapat mencegahnya melalui penerapan physical distancing, apasih physical distancing itu? Physical distancing yaitu menjaga jarak minimal 1 meter dari orang lain, dan jangan dulu ke luar rumah kecuali ada keperluan mendesak. Pencegahan yang kedua kita dapat menggunakan masker saat beraktivitas di tempat umum atau keramaian, termasuk saat pergi berbelanja bahan makanan. Yang ketiga adalah rutin mencuci tangan dengan air dan sabun atau hand sanitizer yang mengandung alkohol minimal 60%, terutama setelah beraktivitas di luar rumah atau di tempat umum. Selanjutnya adalah jangan menyentuh mata, mulut, dan hidung sebelum mencuci tangan karena kita tidak akan pernah tahu bagaimana kondisi tangan kita saat itu maka dari itu untuk mencegahnya sebaiknya kita cuci tangan terlebih dahulu sebelum menyentuh area sekitar wajah yaa temen-temen, selain itu kita juga jangan lupa untuk meningkatkan daya tahan tubuh kita temen – temen dengan pola hidup yang sehat sehat. Setelah itu yang pasti kita harus menghindari kontak dengan penderita COVID-19, orang yang dicurigai positif terinfeksi virus Corona, atau orang yang sedang sakit demam, batuk, atau pilek tetapi disini temen-temen kita tidak perlu lebay yaa ehehe. Selamjutnya adalah menutup mulut dan hidung dengan tisu saat batuk atau bersin, kemudian buang tisu ke tempat sampah dan yang terakhir temen-temen harus menjaga kebersihan benda yang sering disentuh dan kebersihan lingkungan, termasuk kebersihan rumah

Selanjutnya kita akan masuk ke yang terakhir nih temen-temen yaitu istilah. Istilah apa saja sih yang bermunculan ditengan pandemi sekarang ini ?, yuk mari kita simak tulisan dibawah ini. Eheheh.

1. ODP (Orang Dalam Pemantauan)
ODP biasanya memiliki gejala ringan seperti batuk, sakit tenggorokan, demam, tetapi tidak ada kontak erat dengan penderita positif. Saat kondisi ODP, orang tersebut tidak perlu rawat inap di rumah sakit tetapi akan diminta untuk melakukan isolasi secara mandiri di rumah setidaknya selama 14 hari hingga kondisinya membaik.


2. Suspect
Lalu bagaimana jika sudah diputuskan sebagai suspect? Menurut penjelasan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI suspect ialah orang atau pasien dalam pengawasan yang harus menjalani isolasi di rumah sakit dan melakukan pemeriksaan swab.


3. ODP (Pasien dalam Pengawasan)

Sebelum diputuskan positif terjangkit, penderita penyakit COVID-19 disebut pasien dalam pengawasan (PDP), mereka adalah orang-orang yang memiliki gejala panas badan dan gangguan saluran pernapasan.

Gangguan saluran pernapasan itu bisa ringan atau berat, serta pernah berkunjung ke atau tinggal di daerah yang diketahui merupakan daerah penularan COVID-19.

Gak hanya itu temen-temen, PDP juga memiliki indikasi atau diketahui pernah berkontak secara langsung dengan kasus yang terkonfirmasi atau probabel COVID-19.


4. Positif
Pasien yang dinyatakan positif terinfeksi COVID-19 setelah melakukan serangkaian pemeriksaan seperti cek darah, rontgen paru-paru, hingga swab yang harus menjalani perawatan di rumah sakit atau di lokasi yang ditentukan oleh pemerintah seperti Wisma Atlet hingga dinyatakan pulih dan bebas dari virus COVID-19.


5. Social distancing
Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), arti istilah ‘social distancing’ atau ‘pembatasan sosial’ adalah menghindari tempat umum, menjauhi keramaian, dan menjaga jarak optimal 2 meter dari orang lain. Dengan adanya jarak, penyebaran penyakit ini diharapkan dapat berkurang.



6. Isolasi dan Karantina

Kedua istilah terkait virus Corona ini merujuk pada tindakan untuk mencegah penularan virus Corona dari orang yang sudah terpapar virus ini ke orang lain yang belum.

Perbedaannya, isolasi memisahkan orang yang sudah sakit dengan orang yang tidak sakit untuk mencegah penyebaran virus Corona, sedangkan karantina memisahkan dan membatasi kegiatan orang yang sudah terpapar virus Corona namun belum menunjukkan gejala.

Berbagai pakar menganjurkan untuk melakukan karantina di rumah atau isolasi mandiri selama setidaknya 14 hari. Selama karantina, Anda dianjurkan untuk tinggal di rumah sambil menjalani pola hidup bersih dan sehat, tidak bertemu orang lain, dan menjaga jarak setidaknya 2 meter dari orang-orang yang tinggal serumah



7. Lockdown
Istilah ‘lockdown’ berarti karantina wilayah, yaitu pembatasan pergerakan penduduk dalam suatu wilayah, termasuk menutup akses masuk dan keluar wilayah. Penutupan jalur keluar masuk serta pembatasan pergerakan penduduk ini dilakukan untuk mengurangi kontaminasi dan penyebaran penyakit COVID-19. 


8. Flattening the curve
‘Flattening the curve’ atau ‘pelandaian kurva’ merupakan istilah di bidang epidemiologi untuk upaya memperlambat penyebaran penyakit menular yang dalam hal ini adalah COVID-19, sehingga fasilitas kesehatan memiliki sumber daya yang memadai bagi para penderita. Pelandaian kurva ini dapat dilakukan dengan social distancing, karantina, dan isolasi.

Kurva menggambarkan prediksi jumlah orang yang terinfeksi virus Corona dalam rentang waktu tertentu. Jumlah penderita yang meningkat drastis dalam periode yang sangat singkat, misalnya hanya dalam waktu beberapa hari, digambarkan sebagai kurva tinggi yang sempit.

Jumlah penderita yang membeludak membuat penanganan tidak bisa dilakukan secara optimal. Hal ini karena jumlah penderita melampaui kemampuan dan kapasitas fasilitas kesehatan, misalnya jumlah tempat tidur dan alat yang tersedia di rumah sakit tidak cukup untuk menangani semua pasien.

Kondisi tersebut menyebabkan tingkat kematian menjadi sangat tinggi, tidak hanya pada pasien COVID-19, namun juga pada pasien penyakit lain yang membutuhkan perawatan di rumah sakit.

Meskipun jumlah penderitanya sama, namun jika laju pertambahannya lebih lambat (digambarkan oleh kurva yang lebih panjang dan landai), fasilitas kesehatan memiliki kesempatan untuk menangani penderita dengan sarana dan prasarana yang memadai.



9. OTG (Orang Tanpa Gejala)
OTG merupakan istilah yang digunakan untuk orang yang positif terinfeksi virus Corona tetapi tidak mengalami gejala atau gejalanya sangat ringan. OTG tetap harus melakukan isolasi mandiri di rumah selama 14 hari, dipantau melalui telepon oleh petugas pemantau, dan melakukan kontrol setelah 14 hari isolasi mandiri.

Selama isolasi mandiri, OTG wajib melakukan pengukuran suhu 2 kali sehari, menggunakan masker, rutin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir atau hand sanitizer, melakukan physical distancing, menerapkan etika batuk, dan tinggal di kamar atau ruangan yang terpisah dari penghuni rumah lainnya. Jika OTG mengalami gejala demam lebih dari 380 C, maka OTG wajib menginformasikan hal ini kepada petugas pemantau.



10. Herd immunity
Secara harfiah, istilah ‘herd immunity’ berarti kekebalan kelompok. Herd immunity terhadap suatu penyakit bisa dicapai dengan pemberian vaksin secara meluas atau bila sudah terbentuk kekebalan alami pada sebagian besar orang dalam suatu kelompok setelah mereka terpapar dan sembuh dari penyakit tersebut.

Di tengah pandemi COVID-19, sebagian ahli percaya bahwa penularan virus Corona akan menurun atau bahkan berhenti sama sekali bila sudah ada banyak orang yang sembuh dan menjadi kebal terhadap infeksi ini.

Meski begitu, hingga saat ini belum ada vaksin untuk COVID-19 dan untuk menunggu hingga tercapai herd immunity secara alami pun sangat berisiko karena penyakit ini dapat berakibat fatal.

Dan yang terakhir temen-temen itu adalah…



11. Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB)
Sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan yang dikeluarkan untuk penanganan COVID-19, beberapa daerah di Indonesia memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Selama PSBB, pemerintah daerah akan melakukan beberapa hal berikut ini:
Peliburan sekolah dan tempat kerja
Pembatasan kegiatan keagamaan
Pembatasan kegiatan di tempat atau fasilitas umum
Pembatasan kegiatan sosial budaya
Pembatasan moda transportasi
Pembatasan kegiatan lainnya khusus terkait aspek pertahanan dan keamanan

Aturan peliburan tempat kerja memberikan pengecualian untuk tempat kerja yang memberikan pelayanan pertahanan keamanan, ketertiban umum, kebutuhan pangan, bahan bakar minyak dan gas, pelayanan kesehatan, perekonomian, komunikasi, industri, ekspor impor, distribusi logistik, dan kebutuhan dasar lainnya.

Nah temen-temen semua itu semua tadi adalah informasi mengenai Virus Corona dar berbagai sumber temen-temen, semoga setelah kalian membaca ini akan menambah informasi temen-temen semua mengenai Corova virus ehehehe, mungkin dicukupkan dulu yaa, tunggu artikel lainnya hanya di blog ini terimakasih

Billahifisabililhaq fastabiqul khairot wasalamualaikum wr wb



Sumber
https://www.allianz.co.id/explore/detail/yuk-mengenal-istilah-istilah-ini-untuk-lebih-memahami-virus-corona/98688
https://www.alodokter.com/virus-corona
https://www.alodokter.com/beragam-istilah-terkait-virus-corona-dan-covid-19

Popular Posts

Blogger templates

Diberdayakan oleh Blogger.

VAKSIN BOOSTER UNTUK MENINGKATKAN IMUNITAS

                                             Vaksin   booster   untuk   meningkatkan   imunitas                                    (Oleh: fa...

Popular Posts

Cari Blog Ini

SEARCH

Cari Blog Ini

FOLLOW US

SEARCH

Facebook

Advertisement

Contact Us

Nama

Email *

Pesan *

A Team Of Awesome People

A Team Of Awesome People
We are a creative web design agency who makes beautiful websites for thousands of peoples.

A Team Of Awesome People

We are a creative web design agency who makes beautiful websites for thousands of peoples.

Facebook

Facebook

3-comments

Blogroll

Facebook

Blogger templates

Popular

Popular Posts

Popular Posts

Popular Posts

Popular Posts