VIRUS CORONA, GEJALA, PENCEGAHAN, DAN ISTILAH YANG BERMUNCULAN.
Btw nihh, ada yang sudah tahu belum sih, apa itu virus corona ? bagaimana gejala seseorang yang terpapar oleh virus corona ?,bagaimana cara untuk pencegahan agar kita tidak terpapar oleh virus corona ? dan yang terakhir istilah-istilah yang muncul mengenai virus corona? semua jawaban ituu yang pasti ada dibawah ini teman-teman, mari simak artikel ini dengan seksama yaa, Selamat membaca !!!
APASIH VIRUS CORONA ITU ?

GEJALA
PENCEGAHAN
8. Flattening the curve
‘Flattening the curve’ atau ‘pelandaian kurva’ merupakan istilah di bidang epidemiologi untuk upaya memperlambat penyebaran penyakit menular yang dalam hal ini adalah COVID-19, sehingga fasilitas kesehatan memiliki sumber daya yang memadai bagi para penderita. Pelandaian kurva ini dapat dilakukan dengan social distancing, karantina, dan isolasi.
Kurva menggambarkan prediksi jumlah orang yang terinfeksi virus Corona dalam rentang waktu tertentu. Jumlah penderita yang meningkat drastis dalam periode yang sangat singkat, misalnya hanya dalam waktu beberapa hari, digambarkan sebagai kurva tinggi yang sempit.
Jumlah penderita yang membeludak membuat penanganan tidak bisa dilakukan secara optimal. Hal ini karena jumlah penderita melampaui kemampuan dan kapasitas fasilitas kesehatan, misalnya jumlah tempat tidur dan alat yang tersedia di rumah sakit tidak cukup untuk menangani semua pasien.
Kondisi tersebut menyebabkan tingkat kematian menjadi sangat tinggi, tidak hanya pada pasien COVID-19, namun juga pada pasien penyakit lain yang membutuhkan perawatan di rumah sakit.
Meskipun jumlah penderitanya sama, namun jika laju pertambahannya lebih lambat (digambarkan oleh kurva yang lebih panjang dan landai), fasilitas kesehatan memiliki kesempatan untuk menangani penderita dengan sarana dan prasarana yang memadai.
9. OTG (Orang Tanpa Gejala)
OTG merupakan istilah yang digunakan untuk orang yang positif terinfeksi virus Corona tetapi tidak mengalami gejala atau gejalanya sangat ringan. OTG tetap harus melakukan isolasi mandiri di rumah selama 14 hari, dipantau melalui telepon oleh petugas pemantau, dan melakukan kontrol setelah 14 hari isolasi mandiri.
Selama isolasi mandiri, OTG wajib melakukan pengukuran suhu 2 kali sehari, menggunakan masker, rutin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir atau hand sanitizer, melakukan physical distancing, menerapkan etika batuk, dan tinggal di kamar atau ruangan yang terpisah dari penghuni rumah lainnya. Jika OTG mengalami gejala demam lebih dari 380 C, maka OTG wajib menginformasikan hal ini kepada petugas pemantau.
10. Herd immunity
Secara harfiah, istilah ‘herd immunity’ berarti kekebalan kelompok. Herd immunity terhadap suatu penyakit bisa dicapai dengan pemberian vaksin secara meluas atau bila sudah terbentuk kekebalan alami pada sebagian besar orang dalam suatu kelompok setelah mereka terpapar dan sembuh dari penyakit tersebut.
Di tengah pandemi COVID-19, sebagian ahli percaya bahwa penularan virus Corona akan menurun atau bahkan berhenti sama sekali bila sudah ada banyak orang yang sembuh dan menjadi kebal terhadap infeksi ini.
Meski begitu, hingga saat ini belum ada vaksin untuk COVID-19 dan untuk menunggu hingga tercapai herd immunity secara alami pun sangat berisiko karena penyakit ini dapat berakibat fatal.
Dan yang terakhir temen-temen itu adalah…
11. Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB)
Sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan yang dikeluarkan untuk penanganan COVID-19, beberapa daerah di Indonesia memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Selama PSBB, pemerintah daerah akan melakukan beberapa hal berikut ini:
Peliburan sekolah dan tempat kerja
Pembatasan kegiatan keagamaan
Pembatasan kegiatan di tempat atau fasilitas umum
Pembatasan kegiatan sosial budaya
Pembatasan moda transportasi
Pembatasan kegiatan lainnya khusus terkait aspek pertahanan dan keamanan
Aturan peliburan tempat kerja memberikan pengecualian untuk tempat kerja yang memberikan pelayanan pertahanan keamanan, ketertiban umum, kebutuhan pangan, bahan bakar minyak dan gas, pelayanan kesehatan, perekonomian, komunikasi, industri, ekspor impor, distribusi logistik, dan kebutuhan dasar lainnya.
Nah temen-temen semua itu semua tadi adalah informasi mengenai Virus Corona dar berbagai sumber temen-temen, semoga setelah kalian membaca ini akan menambah informasi temen-temen semua mengenai Corova virus ehehehe, mungkin dicukupkan dulu yaa, tunggu artikel lainnya hanya di blog ini terimakasih
Billahifisabililhaq fastabiqul khairot wasalamualaikum wr wb
Sumber
https://www.allianz.co.id/explore/detail/yuk-mengenal-istilah-istilah-ini-untuk-lebih-memahami-virus-corona/98688
https://www.alodokter.com/virus-corona
https://www.alodokter.com/beragam-istilah-terkait-virus-corona-dan-covid-19
APASIH VIRUS CORONA ITU ?
Apa itu virus corona, ada yang sudah tahu ? nah bener banget teman-teman, Menurut website terkemuka di indonesia yaitu alodokter.com Virus Corona atau severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2) adalah virus yang menyerang sistem pernapasan. Penyakit karena infeksi virus ini disebut COVID-19. Virus Corona bisa menyebabkan gangguan pada sistem pernapasan, pneumonia akut, sampai kematian.
Severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2) yang lebih dikenal dengan nama virus Corona adalah jenis baru dari coronavirus yang menular ke manusia. Nah teman-teman seua harus mengetahui, virus ini bias menyerang siapa saja lho, mulai dari anak-anak hingga orang lansia pun dapat terpapar oleh virus corona ini. Yaampun semoga kita selalu diberi kesehatan yaa..
GEJALA
Sekarang apasih gejala dari virus corona itu sendiri ? nah gejala awal mula-mula adalah sakit tenggorokan, batuk, demam, hingga sesak nafas lho temen-temen dan ternyata ada beberapa yang memiliki ruam juga di kulitnya tetapi ini jarang ditemui selain itu hilangnya kemampuan mengecap atau mencium pun menjadi ciri yang jarang ditemui, namun tidak menutup kemungkinan bahwa ini adalah salah satu ciri atau gejala dari coronavirus itu sendiri temen-temen, hmm semoga kita dijauhkan dari virus semacam ini yaa
PENCEGAHAN
Selanjutnya kita akan masuk ke pencegahannya temen-temen semua. Ada yang sudah tahu bagaimana cara pencegahannya ? bagi yang sudah tahu mari kita mengigak kembali tetapi bagi yang belum mengetahui informasi ini mari kita simak dengan baik eheheh..
Pencegahan untuk coronavirus itu sendiri bagaimana sih? Nah, dapat kita ketahui sampai sekarang belum ada obat untuk menangani kejadian ini, namun kita dapat mencegahnya melalui penerapan physical distancing, apasih physical distancing itu? Physical distancing yaitu menjaga jarak minimal 1 meter dari orang lain, dan jangan dulu ke luar rumah kecuali ada keperluan mendesak. Pencegahan yang kedua kita dapat menggunakan masker saat beraktivitas di tempat umum atau keramaian, termasuk saat pergi berbelanja bahan makanan. Yang ketiga adalah rutin mencuci tangan dengan air dan sabun atau hand sanitizer yang mengandung alkohol minimal 60%, terutama setelah beraktivitas di luar rumah atau di tempat umum. Selanjutnya adalah jangan menyentuh mata, mulut, dan hidung sebelum mencuci tangan karena kita tidak akan pernah tahu bagaimana kondisi tangan kita saat itu maka dari itu untuk mencegahnya sebaiknya kita cuci tangan terlebih dahulu sebelum menyentuh area sekitar wajah yaa temen-temen, selain itu kita juga jangan lupa untuk meningkatkan daya tahan tubuh kita temen – temen dengan pola hidup yang sehat sehat. Setelah itu yang pasti kita harus menghindari kontak dengan penderita COVID-19, orang yang dicurigai positif terinfeksi virus Corona, atau orang yang sedang sakit demam, batuk, atau pilek tetapi disini temen-temen kita tidak perlu lebay yaa ehehe. Selamjutnya adalah menutup mulut dan hidung dengan tisu saat batuk atau bersin, kemudian buang tisu ke tempat sampah dan yang terakhir temen-temen harus menjaga kebersihan benda yang sering disentuh dan kebersihan lingkungan, termasuk kebersihan rumah
Selanjutnya kita akan masuk ke yang terakhir nih temen-temen yaitu istilah. Istilah apa saja sih yang bermunculan ditengan pandemi sekarang ini ?, yuk mari kita simak tulisan dibawah ini. Eheheh.
Pencegahan untuk coronavirus itu sendiri bagaimana sih? Nah, dapat kita ketahui sampai sekarang belum ada obat untuk menangani kejadian ini, namun kita dapat mencegahnya melalui penerapan physical distancing, apasih physical distancing itu? Physical distancing yaitu menjaga jarak minimal 1 meter dari orang lain, dan jangan dulu ke luar rumah kecuali ada keperluan mendesak. Pencegahan yang kedua kita dapat menggunakan masker saat beraktivitas di tempat umum atau keramaian, termasuk saat pergi berbelanja bahan makanan. Yang ketiga adalah rutin mencuci tangan dengan air dan sabun atau hand sanitizer yang mengandung alkohol minimal 60%, terutama setelah beraktivitas di luar rumah atau di tempat umum. Selanjutnya adalah jangan menyentuh mata, mulut, dan hidung sebelum mencuci tangan karena kita tidak akan pernah tahu bagaimana kondisi tangan kita saat itu maka dari itu untuk mencegahnya sebaiknya kita cuci tangan terlebih dahulu sebelum menyentuh area sekitar wajah yaa temen-temen, selain itu kita juga jangan lupa untuk meningkatkan daya tahan tubuh kita temen – temen dengan pola hidup yang sehat sehat. Setelah itu yang pasti kita harus menghindari kontak dengan penderita COVID-19, orang yang dicurigai positif terinfeksi virus Corona, atau orang yang sedang sakit demam, batuk, atau pilek tetapi disini temen-temen kita tidak perlu lebay yaa ehehe. Selamjutnya adalah menutup mulut dan hidung dengan tisu saat batuk atau bersin, kemudian buang tisu ke tempat sampah dan yang terakhir temen-temen harus menjaga kebersihan benda yang sering disentuh dan kebersihan lingkungan, termasuk kebersihan rumah
Selanjutnya kita akan masuk ke yang terakhir nih temen-temen yaitu istilah. Istilah apa saja sih yang bermunculan ditengan pandemi sekarang ini ?, yuk mari kita simak tulisan dibawah ini. Eheheh.
1. ODP (Orang Dalam Pemantauan)
ODP biasanya memiliki gejala ringan seperti batuk, sakit tenggorokan, demam, tetapi tidak ada kontak erat dengan penderita positif. Saat kondisi ODP, orang tersebut tidak perlu rawat inap di rumah sakit tetapi akan diminta untuk melakukan isolasi secara mandiri di rumah setidaknya selama 14 hari hingga kondisinya membaik.
2. Suspect
Lalu bagaimana jika sudah diputuskan sebagai suspect? Menurut penjelasan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI suspect ialah orang atau pasien dalam pengawasan yang harus menjalani isolasi di rumah sakit dan melakukan pemeriksaan swab.
3. ODP (Pasien dalam Pengawasan)
Sebelum diputuskan positif terjangkit, penderita penyakit COVID-19 disebut pasien dalam pengawasan (PDP), mereka adalah orang-orang yang memiliki gejala panas badan dan gangguan saluran pernapasan.
Gangguan saluran pernapasan itu bisa ringan atau berat, serta pernah berkunjung ke atau tinggal di daerah yang diketahui merupakan daerah penularan COVID-19.
Gak hanya itu temen-temen, PDP juga memiliki indikasi atau diketahui pernah berkontak secara langsung dengan kasus yang terkonfirmasi atau probabel COVID-19.
4. Positif
Pasien yang dinyatakan positif terinfeksi COVID-19 setelah melakukan serangkaian pemeriksaan seperti cek darah, rontgen paru-paru, hingga swab yang harus menjalani perawatan di rumah sakit atau di lokasi yang ditentukan oleh pemerintah seperti Wisma Atlet hingga dinyatakan pulih dan bebas dari virus COVID-19.
5. Social distancing
Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), arti istilah ‘social distancing’ atau ‘pembatasan sosial’ adalah menghindari tempat umum, menjauhi keramaian, dan menjaga jarak optimal 2 meter dari orang lain. Dengan adanya jarak, penyebaran penyakit ini diharapkan dapat berkurang.
6. Isolasi dan Karantina
Kedua istilah terkait virus Corona ini merujuk pada tindakan untuk mencegah penularan virus Corona dari orang yang sudah terpapar virus ini ke orang lain yang belum.
Perbedaannya, isolasi memisahkan orang yang sudah sakit dengan orang yang tidak sakit untuk mencegah penyebaran virus Corona, sedangkan karantina memisahkan dan membatasi kegiatan orang yang sudah terpapar virus Corona namun belum menunjukkan gejala.
Berbagai pakar menganjurkan untuk melakukan karantina di rumah atau isolasi mandiri selama setidaknya 14 hari. Selama karantina, Anda dianjurkan untuk tinggal di rumah sambil menjalani pola hidup bersih dan sehat, tidak bertemu orang lain, dan menjaga jarak setidaknya 2 meter dari orang-orang yang tinggal serumah
7. Lockdown
Istilah ‘lockdown’ berarti karantina wilayah, yaitu pembatasan pergerakan penduduk dalam suatu wilayah, termasuk menutup akses masuk dan keluar wilayah. Penutupan jalur keluar masuk serta pembatasan pergerakan penduduk ini dilakukan untuk mengurangi kontaminasi dan penyebaran penyakit COVID-19.
ODP biasanya memiliki gejala ringan seperti batuk, sakit tenggorokan, demam, tetapi tidak ada kontak erat dengan penderita positif. Saat kondisi ODP, orang tersebut tidak perlu rawat inap di rumah sakit tetapi akan diminta untuk melakukan isolasi secara mandiri di rumah setidaknya selama 14 hari hingga kondisinya membaik.
2. Suspect
Lalu bagaimana jika sudah diputuskan sebagai suspect? Menurut penjelasan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI suspect ialah orang atau pasien dalam pengawasan yang harus menjalani isolasi di rumah sakit dan melakukan pemeriksaan swab.
3. ODP (Pasien dalam Pengawasan)
Sebelum diputuskan positif terjangkit, penderita penyakit COVID-19 disebut pasien dalam pengawasan (PDP), mereka adalah orang-orang yang memiliki gejala panas badan dan gangguan saluran pernapasan.
Gangguan saluran pernapasan itu bisa ringan atau berat, serta pernah berkunjung ke atau tinggal di daerah yang diketahui merupakan daerah penularan COVID-19.
Gak hanya itu temen-temen, PDP juga memiliki indikasi atau diketahui pernah berkontak secara langsung dengan kasus yang terkonfirmasi atau probabel COVID-19.
4. Positif
Pasien yang dinyatakan positif terinfeksi COVID-19 setelah melakukan serangkaian pemeriksaan seperti cek darah, rontgen paru-paru, hingga swab yang harus menjalani perawatan di rumah sakit atau di lokasi yang ditentukan oleh pemerintah seperti Wisma Atlet hingga dinyatakan pulih dan bebas dari virus COVID-19.
5. Social distancing
Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), arti istilah ‘social distancing’ atau ‘pembatasan sosial’ adalah menghindari tempat umum, menjauhi keramaian, dan menjaga jarak optimal 2 meter dari orang lain. Dengan adanya jarak, penyebaran penyakit ini diharapkan dapat berkurang.
6. Isolasi dan Karantina
Kedua istilah terkait virus Corona ini merujuk pada tindakan untuk mencegah penularan virus Corona dari orang yang sudah terpapar virus ini ke orang lain yang belum.
Perbedaannya, isolasi memisahkan orang yang sudah sakit dengan orang yang tidak sakit untuk mencegah penyebaran virus Corona, sedangkan karantina memisahkan dan membatasi kegiatan orang yang sudah terpapar virus Corona namun belum menunjukkan gejala.
Berbagai pakar menganjurkan untuk melakukan karantina di rumah atau isolasi mandiri selama setidaknya 14 hari. Selama karantina, Anda dianjurkan untuk tinggal di rumah sambil menjalani pola hidup bersih dan sehat, tidak bertemu orang lain, dan menjaga jarak setidaknya 2 meter dari orang-orang yang tinggal serumah
7. Lockdown
Istilah ‘lockdown’ berarti karantina wilayah, yaitu pembatasan pergerakan penduduk dalam suatu wilayah, termasuk menutup akses masuk dan keluar wilayah. Penutupan jalur keluar masuk serta pembatasan pergerakan penduduk ini dilakukan untuk mengurangi kontaminasi dan penyebaran penyakit COVID-19.
8. Flattening the curve
‘Flattening the curve’ atau ‘pelandaian kurva’ merupakan istilah di bidang epidemiologi untuk upaya memperlambat penyebaran penyakit menular yang dalam hal ini adalah COVID-19, sehingga fasilitas kesehatan memiliki sumber daya yang memadai bagi para penderita. Pelandaian kurva ini dapat dilakukan dengan social distancing, karantina, dan isolasi.
Kurva menggambarkan prediksi jumlah orang yang terinfeksi virus Corona dalam rentang waktu tertentu. Jumlah penderita yang meningkat drastis dalam periode yang sangat singkat, misalnya hanya dalam waktu beberapa hari, digambarkan sebagai kurva tinggi yang sempit.
Jumlah penderita yang membeludak membuat penanganan tidak bisa dilakukan secara optimal. Hal ini karena jumlah penderita melampaui kemampuan dan kapasitas fasilitas kesehatan, misalnya jumlah tempat tidur dan alat yang tersedia di rumah sakit tidak cukup untuk menangani semua pasien.
Kondisi tersebut menyebabkan tingkat kematian menjadi sangat tinggi, tidak hanya pada pasien COVID-19, namun juga pada pasien penyakit lain yang membutuhkan perawatan di rumah sakit.
Meskipun jumlah penderitanya sama, namun jika laju pertambahannya lebih lambat (digambarkan oleh kurva yang lebih panjang dan landai), fasilitas kesehatan memiliki kesempatan untuk menangani penderita dengan sarana dan prasarana yang memadai.
9. OTG (Orang Tanpa Gejala)
OTG merupakan istilah yang digunakan untuk orang yang positif terinfeksi virus Corona tetapi tidak mengalami gejala atau gejalanya sangat ringan. OTG tetap harus melakukan isolasi mandiri di rumah selama 14 hari, dipantau melalui telepon oleh petugas pemantau, dan melakukan kontrol setelah 14 hari isolasi mandiri.
Selama isolasi mandiri, OTG wajib melakukan pengukuran suhu 2 kali sehari, menggunakan masker, rutin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir atau hand sanitizer, melakukan physical distancing, menerapkan etika batuk, dan tinggal di kamar atau ruangan yang terpisah dari penghuni rumah lainnya. Jika OTG mengalami gejala demam lebih dari 380 C, maka OTG wajib menginformasikan hal ini kepada petugas pemantau.
10. Herd immunity
Secara harfiah, istilah ‘herd immunity’ berarti kekebalan kelompok. Herd immunity terhadap suatu penyakit bisa dicapai dengan pemberian vaksin secara meluas atau bila sudah terbentuk kekebalan alami pada sebagian besar orang dalam suatu kelompok setelah mereka terpapar dan sembuh dari penyakit tersebut.
Di tengah pandemi COVID-19, sebagian ahli percaya bahwa penularan virus Corona akan menurun atau bahkan berhenti sama sekali bila sudah ada banyak orang yang sembuh dan menjadi kebal terhadap infeksi ini.
Meski begitu, hingga saat ini belum ada vaksin untuk COVID-19 dan untuk menunggu hingga tercapai herd immunity secara alami pun sangat berisiko karena penyakit ini dapat berakibat fatal.
Dan yang terakhir temen-temen itu adalah…
11. Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB)
Sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan yang dikeluarkan untuk penanganan COVID-19, beberapa daerah di Indonesia memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Selama PSBB, pemerintah daerah akan melakukan beberapa hal berikut ini:
Peliburan sekolah dan tempat kerja
Pembatasan kegiatan keagamaan
Pembatasan kegiatan di tempat atau fasilitas umum
Pembatasan kegiatan sosial budaya
Pembatasan moda transportasi
Pembatasan kegiatan lainnya khusus terkait aspek pertahanan dan keamanan
Aturan peliburan tempat kerja memberikan pengecualian untuk tempat kerja yang memberikan pelayanan pertahanan keamanan, ketertiban umum, kebutuhan pangan, bahan bakar minyak dan gas, pelayanan kesehatan, perekonomian, komunikasi, industri, ekspor impor, distribusi logistik, dan kebutuhan dasar lainnya.
Nah temen-temen semua itu semua tadi adalah informasi mengenai Virus Corona dar berbagai sumber temen-temen, semoga setelah kalian membaca ini akan menambah informasi temen-temen semua mengenai Corova virus ehehehe, mungkin dicukupkan dulu yaa, tunggu artikel lainnya hanya di blog ini terimakasih
Billahifisabililhaq fastabiqul khairot wasalamualaikum wr wb
Sumber
https://www.allianz.co.id/explore/detail/yuk-mengenal-istilah-istilah-ini-untuk-lebih-memahami-virus-corona/98688
https://www.alodokter.com/virus-corona
https://www.alodokter.com/beragam-istilah-terkait-virus-corona-dan-covid-19
0 Comments:
Posting Komentar