VIRUS OMICRON, GEJALA, DAN CARA PENCEGAHANYA
Pandemi COVID-19 nampaknya belum bisa sepenuhnya hilang. Pasalnya saat ini, varian virus ini sudah semakin berkembang. Omicron menjadi varian yang baru-baru ini muncul. Gejala virus Omicron diketahui lebih cepat perkembangannya dibandingkan varian lain. Omicron merupakan jenis virus varian baru dari COVID-19. Di Indonesia kasus infeksi akibat mutasi corona ini mulai meningkat.
Apa itu
virus baru omicron?
Organisasi
kesehatan dunia ini menyatakan bahwa Omicron mempunyai strain B.1.1.529 sebagai
varian yang harus diwaspadai. Sebab varian ini memiliki karakter tersendiri
yang berbahaya untuk tubuh. Omicron diketahui mempunyai sekitar 30
kombinasi mutasi dari sejumlah variasi COVID-19 sebelumnya seperti C.12, Beta,
dan Delta. Mutasi yang terletak di spike protein menyebabkan virus ini cepat
menular dibandingkan Delta. Tak hanya itu, varian baru Omicron juga memungkinkan
menyebabkan infeksi berulang.
Gelaja virus
omicron
Gejala
Omicron ternyata bisa dirasakan siapa saja mulai dari orang dewasa hingga
anak-anak. Berikut ini penjelasan lengkap tentang ciri ciri Omicron yang
biasanya muncul pada mereka yang telah terpapar.
Gejala omicron pada orang dewasa
- Pilek
- Sakit kepala
- Rasa lelah baik ringan atau parah
- Bersin-bersin
- Sakit tenggorokan
Gejala yang dirasakan mungkin terasa ringan, namun kemunculan gejala ini relatif lebih cepat. Sebab varian baru Omicron ini memiliki masa inkubasi yang cepat yakni hanya sekitar tiga hari saja. Sebagian pasien juga memiliki gejala campuran dengan kemungkinan sembuh relatif lebih cepat dan tidak membutuhkan perawatan rumah sakit. Namun tidak menutup kemungkinan, jika seorang pasien merasakan gejala virus corona pada umumnya, seperti:
- Demam
- Batuk secara rutin
- Anosmia atau kehilangan penciuman dan tidak bisa merasakan makan
Gejala omicron pada anak
Varian terbaru Omicron juga
dapat menginfeksi anak-anak. Kelompok ini termasuk yang paling rentan sebab
masih banyak anak-anak yang belum divaksin. Mengutip dari ciputrahospital.com,
dikatakan bahwa gejala virus Omicron pada anak-anak biasanya batuk keras yang disebut croup pada anak
berusia di bawah lima tahun.
Sebagai pengetahuan croup
adalah infeksi pernapasan bagian atas menyebabkan batuk keras seperti
menggonggong. Croup juga biasanya disertai dengan demam, serak, dan pernapasan
yang terdengar cukup berisik. Gejala Omicron tersebut bisa diatasi dengan
pengobatan di rumah. Para orang tua bisa memberikan obat khusus sesuai dengan
resep dokter atau obat rumahan untuk meringankan gejala tersebut. Anda juga
perlu mengarahkan anak dalam posisi tegak yang nyaman. Memberikan air minum
hangat juga bisa diperluan untuk melonggarkan lendir di orofaring. Istirahat
yang cukup juga sangat dibutuhkan saat anak-anak terserang virus corona. Namun,
jika gejala tidak kunjung menghilang, maka anda harus segera mencari bantuan
medis agar tidak terjadi masalah kesehatan yang lebih parah.
Cara mengatasi
atau cara mencegahnya:
- Menggunakan masker dengan benar
- Menjaga jarak fisik
- Mencuci tangan dengan sabun
- Hindari tempat ramai, ruang tertutup dengan ventilasi buruk
- Menghindari kerumunan
- Mengurangi mobilitas yang tidak mendesak
- Melakukan vaksinasi
- Menjaga imunitas dengan istirahat cukup, aktivitas fisik dan lainnya
0 Comments:
Posting Komentar